
Oleh: Brilliant Maengko
MANADOPOST.ID-Banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Sulawesi Utara seharusnya menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dipandang sederhana.
Selama ini, banjir sering kali hanya dikaitkan dengan sampah di drainase atau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Padahal jika dilihat lebih dalam, akar persoalan sesungguhnya jauh lebih kompleks dan menyangkut cara kita membangun daerah.
Hari ini, beberapa daerah di Sulawesi Utara hidup dalam kekhawatiran yang sama setiap musim hujan tiba. Contohnya Kota Manado, Minahasa Utara, dan Bolaang Mongondow yang termonitor dimana air meluap semakin cepat, debit sungai meningkat drastis dan banjir datang bukan hanya karena hujan di kota, tetapi akibat 'banjir kiriman' dari daerah pegunungan dan kawasan hulu yang kehilangan kemampuan menyerap air.
Kita terlalu lama fokus menyalahkan hilir, tetapi lupa menjaga hulunya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




