MANADOPOST.ID— Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Bipang Ambawang ramai di media sosial. Pasalnya, Jokowi menyebut babi panggang asal Pontianak, Kalimantan Barat itu sebagai salah satu kuliner khas daerah yang juga biasa dibawa untuk oleh-oleh mudik.
Dilansir JPNN, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan pembelaan untuk Jokowi.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin (Jawa Pos)Dia menilai tidak ada yang salah dengan pernyataan presiden mempromosikan kuliner berbahan babi tersebut.
"Apa yang salah dari pernyataan JOKOWI soal Bi-Pang? Bukankah beliau bapak dari seluruh suku dan agama di negeri ini," tulis Ngabalin melalui akun @AliNgabalinNew di Twitter.
Melalui cuitannya itu, Ngabalin juga menilai seorang Presiden Jokowi tidak ada salahnya mempromosikan kuliner Nusantara yang beranekaragam.
"Semua punya makanan khas yang bermacam-macam, kalau beliau memperkenalkan makanan khas tertentu kenapa enggak boleh? Apa karena soal mudik Lebaran? ART saya seorang Nasrani mudik juga tuh," lanjut Ngabalin dalam unggahannya.
Joko WidodoSeperti diketahui, pidato Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat belanja online untuk kuliner disindir netizen. Pasalnya, Presiden Jokowi menyebut Bipang Ambawang Pontianak, Kalimantan Barat.
Bipang merupakan singkatan dari babi panggang, kuliner khas Kalimantan Barat. Sontak saja, video Jokowi tersebut viral di media sosial dan mendapat tanggapan yang beragam dari warganet di media sosial.
“Karena masih dalam suasana pandemi pemerintah melarang mudik dan untuk bapak ibu yang rindu masakan atau kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh bisa memesannya secara online,” kata Jokowi dalam satu video yang dibagikan di media sosial.
Ilustrasi Babi Panggang“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, empek empek Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan kesukaan akan sampai di rumah,” ucap Jokowi nenambahkan.(jpnn/jawapos.com)
Editor : Tanya Rompas