MANADOPOST.ID--Prestasi akademik tercipta di Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Joshian Nicolas William Schaduw, S.IK, M.Si meraih Profesor atau Guru Besar di usia muda: 38 Tahun.
TERMUDA dan PERTAMA Bidang Konservasi Laut Universitas Sam Ratulangi Manado.
Vivat Academia !
Rekor baru ini seiring terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang ditandatangani Nadiem Makarim, bahwa per 1 Agustus 2023 Dr. Joshian Nicolas William Schaduw, S.IK, M.Si dinaikkan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu Konservasi Laut.
Siapa lelaki muda ini ?
Prof Nico lahir di Manado, 4 Agustus 1984, anak dari pasangan Jonathan Schaduw S.Pd (Alm) dan Ibu Meilanie Tan.
Melihat perjalanan karier akademik profesor muda ini, sungguh membanggakan. Tahun 2008, resmi menjadi dosen tetap pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsrat Manado, beraktivitas pada Prodi Sarjana Ilmu Kelautan dan Prodi Magister Ilmu Perairan yang pada saat ini terakreditasi Unggul oleh BAN-PT serta terakreditasi internasional AUN-QA.
Prof Nico menempuh pendidikan Sekolah Dasar pada SD Katolik XIV Santo Paulus Manado tahun (1990-1996), Sekolah Menengah Pertama Katolik Pax Christie Manado (1996-1999), dan Sekolah Menengah Umum Negeri 1 Manado (1999-2002).
Adik laki-laki dari Valentina Jolanov Schaduw, ST. Amd. Far. ini merupakan bungsu dari dua bersaudara. Dia menikah dengan Pingkan Palandi, SE pada tahun 2014, dianugerahi dua anak laki-laki yaitu Nathanovich Valenzoela Joshiano Schaduw (2015) dan Nicky Xander Victorinov Schaduw (2019).
Pada 2002 selepas SMA, Prof Nico melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Sam Ratulangi Manado, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Ilmu Kelautan, dengan bidang minat Geomorfologi Pantai dan Hidro-Oseanografi.
Dia mencetak Hat-trick Cum Laude di S1, S2 dan S3. Lulus S1 tahun 2006 dengan predikat Cum Laude sebagai lulusan terbaik Unsrat pada wisuda Maret 2006 dengan masa studi 3,5 tahun.
Selepas S1 di tahun 2006, Prof Nico langsung melanjutkan pendidikan magister pada Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Lulus pada 2008 dengan masa studi 1,5 tahun, predikat Cum Laude.
Tahun 2009 melanjutkan studi Doktoral pada program studi yang sama. Dia lulus tahun 2012, masa studi 2,5 tahun, dengan predikat Cum Laude, serta dianugerahi predikat lulusan terbaik Program Doktor pada wisuda IPB bulan Juli 2012.
Selain itu di tahun yang sama Prof Nico pernah dinobatkan sebagai Doktor termuda pada Institut Pertanian Bogor dan dosen dengan gelar Doktor termuda pada Universitas Sam Ratulangi di usianya yang baru 27 tahun.
Manado Post edisi 19 Juli 2012 memberitakannya di halaman depan dengan judul, Doktor Termuda IPB dari Unsrat.
Selain sebagai dosen Prof. Nico juga aktif sebagai Peneliti, Asesor, dan Teknokrat.
Beberapa hibah penelitian dan pengabdian yang pernah didapatkan antara lain dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan skim Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2025 (Penperinas-MP3EI); Penelitian Terapan; Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PPUPT); Pengabdian Pada Masyarakat Unggulan Perguruan tinggi (PPMUPT); Internal riset Universitas Sam Ratulangi skim Riset Terapan Unggulan Unsrat (RTUU), Riset Dasar Unggulan Unsrat (RDUU), dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Selain itu beberapa hibah penelitian bergengsi lainnya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) skim Demand Drive Research Grant; dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Riset Inovatif dan Produktif (Rispro) pernah diraih oleh pria yang gemar makan mie, ketoprak, dan es.
Hingga saat ini, Prof Nico aktif sebagai author dan reviewer pada artikel ilmiah jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terkreditasi.
Memiliki beberapa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sebagai penulis buku, serta penulis naskah akademik/policy brief pada beberapa kajian penyusunan peraturan daerah.
Tahun 2017 sampai sekarang bergabung dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI (Sekarang BRIN) sebagai Asesor Kompetensi penilai kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait, kemudian bulan Mei 2023 tergabung sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Pro Nico yang berjemaat di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sion Teling Sentrum ini aktif dalam kegiatan Reef Health Monitoring (RHM) bersama Coral Reef Management Programe (Coremap-LIPI) dan beberapa kegiatan di bidang lingkungan hidup lainnya.
Pembina Pecinta Alam Ilmu Kelautan (PALAMIK) ini menggeluti riset bidang pengelolaan ekosistem mangrove dan terumbu karang; ekowisata bahari; pengembangan potensi sumberdaya pulau-pulau kecil, blue carbon pada ekosistem mangrove serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim pada kawasan pesisir. Hal ini dapat dilihat dari topik riset dan publikasi yang selama ini tercatat pada media online maupun offline.
Purna Paskibaraka Provinsi Sulawesi Utara tahun 2000 ini juga tergabung dalam organisasi profesi antara lain International Society Mangrove Ecosystem (ISME, Japan); Environmental Scientists Network for Asia Pacific Islands (ESNAP, Japan); Indonesia Mangrove Society (IMS), Ikatan Sarjana Oseanografi Indonesia (ISOI), Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (PTALI); Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Ikatan Sarajan Kelautan Unsrat (ISKU) dan beberapa organisasi profesi yang berkaitan dengan kepakarannya dalam bidang konservasi sumberdaya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Saat ini, Prof Nico menjadi Profesor termuda dan pertama di bidang konservasi laut pada Universitas Sam Ratulangi terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2023 di usianya yang baru 38 tahun, hal ini sesuai dengan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Menurut informasi, ada sebelas Guru Besar di lingkungan Universitas Sam Ratulangi yang akan dikukuhkan dalam waktu dekat ini.
Tentu saja ini merupakan peluang dan keuntungan besar bagi Unsrat dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat kedepannya.
Kegemarannya akan olahraga renang, menyelam, dan badminton membuat Prof. Nico tergabung dalam pengurus Persatuan Bulutangkis 2 Mei Teling Atas (PB 2 Mei) dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia, Kabupaten Minahasa (POSSI-Minahasa).
Segala pencapaian dan prestasi yang didapatkannya selama ini, ditegaskan bukan karena hebat, kuat, maupun gagahnya, melainkan hanya berkat dan kemurahan dari Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai pria yang sering berpenampilan casual, senang mendengarkan musik dan beraktivitas di alam terbuka.
“Pesan saya bagi generasi muda khususnya yang ada di Sulawesi Utara untuk teruslah berusaha mengembangkan potensi diri di tengah arus perkembangan dunia yang sangat cepat, serta milikilah integritas yang baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Prof. Nico juga mengatakan bahwa gelar dan pencapaian ini didedikasikan khusus kepada Almarhum Ayahnya yang meninggal setahun lalu tepatnya pada 4 Oktober 2022.
Dan pesan orang tua yang selalu akan diingatnya adalah “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda, jadilah teladan bagi orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetianmu dan dalam kesucianmu” sebagaimana 1 Timotius 4:12.(*)
Editor : Clavel Lukas