Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ternyata ini Alasan Israel dan Yerusalem Diperebutkan Berabad Abad Agama Abrahamik

Tommy Waworundeng • Senin, 16 Oktober 2023 | 17:45 WIB
Bait Allah Salomo sebelum dihancurkan Romawi
Bait Allah Salomo sebelum dihancurkan Romawi

MANADOPOST.ID - Sejak kembali pecah peperangan antara Israel dan kelompok Hamas (pejuang Palestina) di jalur Gaza, media sosial diramaikan dengan foto foto Masjid Al’Aqsa dan Dome of The Rock (kubah batu). Sebetulnya peperangan kemarin terjadi di Jalur Gaza. Jaraknya jauh dengan Al’Aqsa yang berdiri di Kota Yerusalem Timur (lihat petah).

Tetapi memang ada kaitan. Karena alasan Al’Aqsa, kelompok pejuang Palestina bernama Hamas, melakukan serangan mendadak pada Sabtu pekan lalu.

Sampai sampai serangan mematikan itu dinamai 'Al-Aqsa Storm'. Bahkan serangan ini adalah yang terbesar sejak beberapa dekade belakangan ini.

Masjid Al
Masjid Al

Lantas kenapa Yahudi, Kristen, dan Islam menjadikan tempat ini sebagai tempat yang sangat penting. Sehingga ketiga penganut agama Abrahamik ini sampai sampai berperang. Berikut sejarah singkatnya:

Sekira tahun 1.000 sebelum masehi (SM), Kerajaan Israel mencapai kejayaan. Raja Israel saat itu Daud (King David), berhasil mengalahkan bangsa-bangsa lain di sekitar. Jika raja sebelum Daud yakni Raja Saul membunuh pasukan musuh beribu-ribu banyaknya. Raja Daud membunuh berlaksa laksa (sumber 1 Samuel 18:7).

Menurut sejarah yang banyak tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama, kunci sukses Daud di setiap medan perang, karena Daud selalu membawa Tabut Perjanjian di medan perang. Daud yakini Tuhan Allah semesta alam turun berperang bersama Daud karena Tabut Perjanjian.

Sebab di dalam Tabut Perjanjian ada disimpan tongkat Nabi Musa dan Dual Loh Batu berisi 10 Hukum Taurat yang diterima Nabi Musa dari Allah. Tongkat Musa itu juga yang selalu diangkat Musa dan Yosua ketika mengalahkan bangsa-bangsa lain yang menghalangi perjalanan pulang Bani Israel dari Mesir ke tanah perjanjian.

Sekira tahun 1.000 SM itu tidak ada lagi bangsa lain yang berani berperang melawan Kerajaan Israel yang dipimpin Daud.
Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Allah yang sudah mengangkat Daud menjadi raja termasyur, Raja Daud berpikir untuk membangun Bait Allah. Sebagai persebahan syukur kepada Tuhan Allah.

Sekaligus juga untuk meletakkan atau menyimpan Tabut Perjanjian. Selama ini Tabut Perjanjian hanya dilepaskan di dalam Kemah Suci. Daud ingin Kemah Suci itu dirubah menjadi Bait Suci. Bangunan permanen yang juga menjadi tempat Bangsa Israel berdoa menyembah kepada Tuhan Allah yang disembah nenek moyang mereka yakni Abraham, Ishak, dan Yakub.

Karena Tabut Perjanjian itu diletakkan Daud di atas Batu atau tempat suci yang Daud yakin, tempat di mana leluhur mereka Nabi Abraham menyiapkan batu altar untuk mengurbankan anaknya bernama Ishak. Tetapi diganti dengan domba jantan oleh Tuhan Allah. Karena itu tempat tersebut disebut tempat maha suci dan maha kudus.
Tempat maha suci ini terletak di Bukit Moria di Bukit Sion, Yerusalem Timur.

Tetapi bukan Daud yang membangun Bait Allah tersebut. Allah tidak menghendaki Daud yang membangun, karena tangannya banyak berlumuran darah. Allah menghendaki anak Daud, namanya Raja Salomo yang mendirikannya. Jadi Daud hanya menyiapkan segala kebutuhannya. Tetapi anaknya yang membangun Bait Allah tersebut sampai selesai. Makanya Bait Suci tersebut disebut Bait Allah Salomo.

Setelah Raja Salomo meninggal, anaknya yakni Rehabeam naik tahta menggantikan Raja Salomo ayahnya. Tetapi 10 suku Israel plus sebagian Lewi, tidak terima. Mereka memanggil Yerobeam dan mendirikan kerajaan Israel Utara dengan Ibukota Samaria. Dipimpin Raja Yerobeam. 2 suku (Yahuda, Benyamin, plus sebagian Lewi penjaga Bait Allah) mendirikan Israel Selatan atau Yudea dengan ibukota Yerusalem dipimpin anak Salomo Rehabeam.

Tahun 721 SM kerajaan dari Utara yakni Asyur yang dipimpin Raja Sanherib, menghancurkan Israel Utara. 10 suku Israel tercerai berai. Ada yang mengatakan 10 suku ini hilang. Kemudian sekitar tahun 587 SM, Israel Selatan atau Kerajaan Yehuda dihancurkan oleh Kerajaan Babel yang dipimpin Raja Nebukatnezar. Bait Allah Salomo ikut dihancurkan. Penduduk Yerusalem dibuang ke Babel.


Zionisme sudah muncul sekira tahun 500 SM ketika Bangsa Yehuda hidup di pembuangan. Mereka rindu kembali ke Bukit Sion di Kota Yerusalem tanah Yehuda. Sumber Mazmur 137 dalam Alkitab Perjanjian Lama menulis, Di Tepi Sungai-sungai Babel, bangsa Yehuda meratapi berdoa kepada Allah karena mereka rindu kembali ke Bukit Sion. Group musik Legendaris Boney M sempat membuatkan lagi berjudul ‘’Rivers of Babylon’’.

Tuhan Allah mendengar doa mereka. 70 tahun kemudian Allah menggunakan Raja Persia Koresh Agung (Cyrus The Great) menaklukkan Babel dan memulangkan Bangsa Yehuda. Ezra, Nehemia, dan Zerubabel membangun kembali Kota Yerusalem dan Bait Allah Salomo. Berdirilah Bait Allah kedua.

Tahun 70 Masehi, giliran Bangsa Romawi yang menghancurkan Yerusalem. Tentara Romawi yang dipimpin Titus, ikut menghancurkan Bait Allah Allah kedua. Penduduknya melarikan diri ke berbagai penjuru.

Seluruh orang Israel dan Yehuda yang tercerai berai, jika sembayang kepada Tuhan Allah, selalu menghadap kiblat di Bait Suci yang berdiri di Bukit Sion tersebut. Walaupun Bait Suci tersebut sudah tidak ada.

Sehingga ketika orang Israel dan Yahudi bikin gerapak Zionisme, maksudnya mereka berkumpul dan kembali ke Bukit Sion. Karena Yahudi aminkan Mesias yang mereka nanti nantikan akan datang ke Bukit Sion melewati golden gate (gerbang emas) dan masuk ke Bait Allah Salomo. Karena itu Bait Allah Salomo itu sangat penting bagi penganut Yahudi.


Bagi umat Islam, Bukit Sion juga ini sangat berarti. Karena umat Islam juga awalnya tahun 600 Masehi, sembayang menghadap kiblat di Bait Suci yang ada di Bukit Sion tersebut.


Karena diyakini di atas Bukit Sion ada tempat yang maha suci. Yaitu Bait Suci Salomo, tempat di mana Nabi Muhammad berpijak dan naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu sholat 5 waktu.

Atau tempat Nabi Muhammad melakukan Isra Miraj. Naik Buraq dari Mekah dan Buraq diikat di Bait Suci tersebut. Kemudian Nabi Muhammad naik ke langit pertama ditemani Malaikan Jibril.

Di langit pertama bertemu Nabi Adam AS (manusia pertama) karena Adam AS memiliki kesamaan perjuangan dengan nabi Muhammad SAW. Adam meninggalkan surga tanah airnya sedangkan Nabi Muhammad Muhammad meninggalkan Mekah tanah airnya.

Di langit kedua Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya (Yohanes). Mereka diperjumpakan Nabi Muhammad SAW karena merupakan nabi yang paling banyak disakiti oleh kaumnya dan mereka sabar.

Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf As (anak Yakub). Yusuf nabi simbol kerupawanan fisik manusia dan keteguhan terhadap nilai akhlaq yang luhur. Nabi Yusuf adalah simbol separuh keindahan seluruh manusia, namun Nabi Yusuf hanya setengah keindahan dan kerupawanan nabi Muhammad Saw.

Di langit ke 4 Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Idris AS yang diangkat derajatnya oleh Allah karena sangat memahami hikmah- hikmah Allah Swt, sehingga seluruh ahli hikmah dari nabi-nabi terdahulu berjumpa dengan nabi Muhammad Saw bertukar informasi dan bertukar pengetahuan.

Di langit ke 5 bertemu dengan Nabi Harun. Harun sang orator ulung dan ahli khutbah beliau dan rasul Muhammad Saw adalah sama sama rasul yang dikhianati orang orang munafik kaumnya sendiri.

Di Langit ke 6 bertemu dengan Nabi Musa AS. Musa adalah nabi yang juga paling besar menghadapi tantangan dari kaumnya dan paling nyata musuh besarnya. Memiliki angkatan perang, nabi musa dan Nabi Muhammad SAW, sama- sama kesatria tangguh di medan laga dan di medan dakwah.

Di Langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS (Abraham), adalah peletak dasar pemersatu umat manusia di kiblat, di metode penghambaan ketauhidan dan bapak seluruh nabi.

Setelah itu Nabi Muhammad naik ke Sindratul Muntaha untuk menerima Wahyu Sholat 5 waktu. Karena itu umat Islam di seluruh dunia percaya bahwa Baitul Maqdis di Al’Quds itu tempat suci dan merupakan jalan menuju ke Sidratul Muntaha. Karena itu tempat maha suci tersebut harus tetap milik Islam.


Umat Kristiani, juga sama dengan Yahudi dan Islam, menjadikan Yerusalem sebagai tanah suci (Holly Land) dan Bait Allah sebagai tempat yang maha kudus dan maha suci di dunia.
Tetapi Kota Suci Yerusalem dan Bait Suci atau Bait Allah itu sudah bukan lagi kiblat. Pengikut Yesus Kristus kalau sembayang, tidak lagi menghadap kiblat ke Bait Allah di Yerusalem.

Lewat karya penyelamatan (sumber Alkibat Perjanjian Baru), Tuhan Yesus Kristus menyiapkan Yerusalem Baru di Sorga Kekal. Kalau berdoa tidak lagi harus menghadap kiblat di Yerusalem Lama. Karena doa kepada Yesus Kristus sebagai Allah yang Hidup (Yohanes 1), langsung ke atas sana di Yerusalem Baru.

Kalau tiba saatnya masa penghakiman, Yesus Kristus telah memberikan keselamatan bagi pengikutnya. Sehingga yang percaya kepada Yesus, akan beroleh hidup yang kekal. Pada akhir zaman, pengikut Yesus sudah disiapkan tempat oleh Yesus di Yerusalem Baru. Jadi tidak lagi harus ke Yerusalem lama. Begitu juga Bait Allah Salomo, Tuhan Yesus Bait Allahnya. Tubuh pengikut Yesus juga adalah Bait Allah.

Terkait nubuat Yahudi bahwa Mesia akan datang ke Yerusalem dari Gerbang Emas dan masuk ke Bait Allah, itu juga sudah digenapi oleh Yesus.

Yaitu ketika Yesus menyuruh salah satu pengikutnya untuk mengambil seekor keledai beban. Kemudian dari Bukit Zaitun Yesus menaiki keledai tersebut turun ke lembah Kidron dan menuju Bukit Sion dan masuk ke Gerbang Timur atau Gerbang Emas, salah satu dari 12 gerbang Kota Yerusalem. Kemudian oleh penduduk Yerusalem, Yesus disambut dengan daun palem dan kain yang dialas di jalan yang akan dilalui Yesus di atas keledai.

Mereka berteriak, ‘’Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Hosana di tempat yang tertinggi’’. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#palestina #Bait allah #bait suci #yahudi #jalur gaza #Kristen #yerusalem #Islam #Israel