MANADOPOST.ID- Perebutan 40 kursi DPRD Manado dalam pemilihan legislatif 2024 bakal seru. Peluang munculnya wajah-wajah baru yang akan mengisi kursi DPRD Manado semakin menarik.
Dapil I (Wenang-Wanea) menjadi dapil paling panas. Pemilu 2019, ini adalah Dapil II dengan alokasi 9 kursi, sedangkan pada pemilihan nanti telah berubah menjadi 8 kursi.
Dengan incumbent yakni Hengky Kawalo (PDIP), Lily Walanda (Demokrat),Frederik Tangkau (Nasdem), Lily Binti (Golkar), Jane Laluyan (PDIP), Revani Parasan (Perindo), Benny Parasan (Gerindra), Jemmy Gosal (PDIP) dan Lucky Datau (PAN).
Dipastikan akan ada wajah baru di dapil ini. Dikarenakan Lily Binti yang pindah ke PDI Perjuangan dari Partai Golkar (PG). Ketua DPD II PG Manado Meykel Damopolii alias Teba disebut-sebut punya kans menggantikan Lily Binti.
Sedangkan Lily Binti diprediksikan bisa mengamankan 1 kursi untuk PDI Perjuangan, menggantikan Jane Laluyan yang jadi calon DPRD Provinsi.
Selain Golkar dan PDI Perjuangan, Gerindra juga dipastikan akan diisi wajah baru. Hal ini karena incumbent Benny Parasan tidak muncul sebagai daftar calon. Daniel Palit, Ezra Poluan dan Christian Welang punya kans tempati kursi Gerindra.
Sedangkan dari partai lain, peluang incumbent dinilai masih cukup besar untuk bertahan meski harus kerja keras mengingat alokasi kursi telah berkurang satu.
Kemudian di Dapil II (Sario-Malalayang) ada incumbent Jean Sumilat (PDIP), Nortje Van Bone (Demokrat), Franko Wangko (Nasdem),
Dolfie Angkouw (Golkar),
Robert Tambuwun (Perindo), Reynold Wuisan (Hanura), Lukresia Masengi (PDIP)
dan Franklin Sinjal (Demokrat).
Dapil ini juga menarik karena dari sebelumnya 8 kursi, kini nenjadi 7 kursi. Dari PDIP Jean Sumilat dianggap masih kuat, tapi akan dibayang-bayangi wajah baru yakni Natanael Pepah dan wajah baru stok lama Franko Wangko yang sebelumnya dari NasDem.
Otomatis di Dapil II ini NasDem akan ditempati wajah baru jika berhasil meraup suara signifikan. Tresje Mokalu dan Liliane Kairupan punya peluang dari NasDem.
Dari Partai Golkar, Dolfie Angkouw dan Diana Yunita Mongisidi akan bersaing ketat. Demikian juga Perindo bila kerja keras, bisa meraih satu kursi dengan wajah baru.
Itu karena Robert Tambuwun telah pindah ke PDIP. Felmy Peleng dan Nolly Londa punya peluang dari Perindo.
Sedangkan dari Demokrat, Nortje Van Bone dan Franklin Sinjal dianalisa akan bisa mengamankan dua kursi.
Namun demikian, persaingan ketat akan tersaji mengingat PDIP menurunkan skuat terbaik di dapil ini di antaranya Lukresia Masengi dan Dedy Tiho.
Kemudian di Dapil III (Tuminting-Bunaken-Bunaken Kepulauan) juga menarik. Di dapil ini ada incumbent Vanda Pinontoan (Demokrat),
Abdul Wahid Ibrahim (PAN), Suyanto Yusuf (PKS), Mona Kloer (Gerindra) Andrey Laikun (Nasdem) dan Ridwan Marlian (Golkar).
Menarik di dapil ini karena mengalami kenaikan alokasi kursi menjadi delapan. PDI Perjuangan harus kerja keras di dapil ini untuk menambah jumlah kursi. Elryc Mosal, milenial dari Bunaken dan Juddy Saerang punya peluang besar.
Demikian juga Vanda Pinontoan yang kini gabung PDIP dari sebelumnya Partai Demokrat. Sedangkan Fresol Wongkar, Mustika Djaman dan Jim Tindi harus kerja keras jika tidak mau Demokrat kehilangan kursi di dapil ini.
Demikian halnya Muhammad Ansari, Nasrudin Usman dan Idham Malewa juga harus memastikan PAN punya kursi setelah ditinggal Abdul Wahid Ibrahim ke DPRD Provinsi.
Sedangkan Golkar berpotensi wajah baru setelah Ridwal Marlian tidak maju lagi dari PG. Hience Palit dan Christopher Limen punya peluang dari PG.
Sedangkan Suyanto Yusuf diprediksikan masih bisa mengamankan 1 kursi PKS, sama halnya Mona Kloer dari Gerindra. Sedangkan Adrey Laikun dari Nasdem akan bersaing perebutan suara terbanyak dengan Ivone Bentelu.
Selanjutnya di Dapil IV (Singkil-Mapanget) tidak kalah menarik. Incumbent di dapil ini yakni Jonas R Makawata (PDIP), Cicilia Longdong (Demokrat), Arthur Rahasia (Nasdem), Nanses Rakian (Gerindra), Rosalita Yulianti Manday (PDIP), Bobby Daud (PAN), Sonny Lela (Golkar), Syarifudin Saafa (PKS)
dan Jurani Rurubua (PSI).
Dengan ketambahan 1 kursi menjadi 10 kursi, PDIP kans menambah satu kursi di dapil ini. Sekretaris PDIP Sulut Reza Rumambi kans kuat mendapat 1 kursi di dapil ini, sedangkan incumbet dari PDIP lainnya juga dinilai masih cukup kuat.
Menarik juga bagi Gerindra yang mendatangkan figur potensial seperti Cristy Lontoh, Melina Supit dan Hesty Sondakh.
Adapun PKS harus kerja keras bila tidak mau kehilangan kursi setelah incumbent Syarifudin Saafa maju ke DPR RI. Recky Pontoh, Hidayat Hamadi dan Nur Amalia punya peluang. Sedangkan PSI, Jurani Rurubua juga tetap harus kerja keras.
Sementara itu di Partai Golkar, Sonny Lela dan Adolfien Wangania akan bersaing ketat. Cicilia Longdong dari Partai Demokrat disebut-sebut masih cukup kuat di dapil ini.
Terakhir adalah perebutan kursi di Dapil V (Tikala-Paal Dua) juga bakal seru. Dapil ini tidak mendapat tambahan alokasi kursi.
Dengan tujuh kursi yang tetap, PDI Perjuangan, yang saat ini memiliki dua kursi dari pemilihan 2019, berkemungkinan meraih kursi ketiga dengan menargetkan lebih dari 10 ribu suara pada pemilihan 2024.
Aaltje Dondokambey dan Andre Gerungan, menjadi pilar partai dengan suara terbanyak pada pemilihan 2019. Pada pemilihan 2024 nanti, Dondokambey dan Gerungan diprediksi tetap mempertahankan kursi
"Ibu Aaltje dan Pak Andre sudah teruji di dapil ini. Peluang keduanya masih sangat besar untuk mengamankan dua kursi," nilai banyak warga di Dapil Tikala Paal-Dua.
Aaltje saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Manado, sedangkan Andre Gerungan, putra dari Hengky Gerungan dan Dkn Meita Wala SE, sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Manado.
Andre dikenal sebagai sosok kritis dan konsisten dalam mengawal program-program pembangunan dan kemasyarakatan.
Di Partai Nasdem, Yanti Kumendong masih menjadi incumbent dengan peluang yang lebih besar. Sementara itu, dari Partai Demokrat, wajah baru akan muncul setelah Anggota DPRD Manado Royke Anter ditetapkan sebagai calon untuk DPRD Provinsi Dapil Manado.
Deysie Lumowa, Eks Kepala Dinas Pendidikan dan Kadis Perkim Manado, menjadi salah satu nama yang muncul sebagai DCT Partau Demokrat Dapil Lima.
Partai Golkar menurunkan incumbent Conny Rares, namun Arthur Paath dan Lady Olga juga menjadi pesaing yang bakal bersaing ketat.
Gerindra diwakili oleh incumbent Suharto Ishak, sementara di PAN, potensi wajah baru muncul setelah Bambang Hermawan maju ke DPRD Provinsi Sulut.
Ahmad Novel Lihawa, Maryam Baga dan Since Rumondor akan bersaing ketat agar PAN tidak kehilangan kursi di dapil ini.
Meskipun begitu, potensi kejutan dari partai-partai lain untuk Dapil Lima ini masih terbuka lebar, seperti kehadiran Taufiq Bilfaqih dari PSI yang akan bisa meramaikan.
"Elektabilitas, popularitas akan menjadi salah satu penentu," nilai Pengamat Politik David Purukan MSi. (gre/gel)
Editor : Gregorius Mokalu