Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jes Sorot Koordinasi Proyek Air Bersih di Tomohon Masih Belum Optimal

Julius Laatung • Jumat, 22 Desember 2023 | 19:47 WIB
JARING MASUKAN: Djemmy J Sundah SE saat menjawab problematika penyediaan air bersih di depan para konstituen yang hadir. Dok Jul/MP
JARING MASUKAN: Djemmy J Sundah SE saat menjawab problematika penyediaan air bersih di depan para konstituen yang hadir. Dok Jul/MP

MANADOPOST.ID--Masalah ketersediaan layanan publik seperti air bersih di Kota Tomohon. Bak jadi problematika klasik yang terus diupayakan bisa tuntas. Meski pemerintah mulai dari tingkat kota hingga provinsi, terus mengakselerasi program kerja lewat dibangunnya infrastruktur pendukung. 

Harapan masyarakat akan tersedianya air bersih secara keseluruhan, pada akhirnya masih perlu didorong lagi. 

"Banyak program dan proyek penyediaan air bersih, mulai dari tingkat provinsi. Apalagi yang digagas Pemkot Tomohon, lewat SKPD terkait. Masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini disebabkan, dari pemantauan dan konsultasi bersama, salah satu akar masalahnya di minimnya koordinasi antar SKPD terkait dengan badan usaha pengelola atau pendistribusi air bersih," ungkap Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy J Sundah SE, di sela gelaran Sosialisasi Propemerda Tahun 2024, di Villa Berkat di Kelurahan Paslaten Dua bagi Masyarakat Utusan Kelurahan Pangolombian, Lahendong, Walian Satu dan Walian Dua, Jumat (22/12/2023)

Dirinya pun menyoroti, keberadaan pihak ketiga atau kontraktor, yang tak jarang lamban menserahterimakan hasil pekerjaan. Padahal, pemanfaatan proyek sebenarnya sudah bisa dinikmati bahkan dikelola masyarakat secara swadaya.

 

"Dari sisi serah terima proyek juga, hal ini sering kami temui di lapangan terjadi. Kalau memang sudah bisa diserahterimakan untuk dikelola PDAM misalnya, baiknya harus segera dilakukan. Atau paling tidak, masyarakat yang nantinya menikmati fasilitas publik itu sudah bisa merasakan manfaatnya. Bisa diserahkan sementara waktu kepada masyarakat. Karena sayang kan anggaran yang dikucur untuk proyek itu rata-rata ratusan juta bahkan hingga miliaran rupiah," urai legislator utusan Tomohon Selatan ini.

 

Sembari menambahkan, kiranya kedepannya program kerja pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dapat dimaksimalkan lagi. Biar alokasi anggaran yang sudah dikucurkan mulai dari APBD hingga APBN. Bisa secepatnya memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bunga.

 

"Melibatkan PDAM sebagai BUMD pengelola fasilitas air bersih. Juga penting untuk diperhatikan. Karena nantinya BUMD ini yang akan menjadi fasilitator pendistribusian air bersih bagi masyarakat banyak," tukas Jes sapaan akrabnya. 

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs O D S Mandagi yang juga turut menjadi narasumber menyebut, tentunya masukan dan kritik masyarakat akan dijadikan bahan catatan. Yang nantinya akan diteruskan ke SKPD terkait, biar koordinasi tatkala menjalankan program kerja nanti bisa lebih dimaksimalkan lagi. 

 

"Masukan ini tentunya menjadi perhatian khusus kami pemerintah. Biar kedepannya di tahun anggaran baru, bisa diperbaiki dan ditingkatkan lagi," jamin Mandagi.yol)

Editor : Julius Laatung
#Air Bersih #Kota Tomohon #Djemmy Sundah #DPRD Tomohon #Propemperda 2024