MANADOPOST.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, mengeluarkan pernyataan kewaspadaan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara (Sulut).
Ben Arther Molle dari BMKG Stasiun Sam Ratulangi mengatakan, waspada potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, angin kencang, putting beliung, dan hujan es) pada periode 11 – 16 Januari 2024.
Yaitu di wilayah Kabupaten Kepualaun Sangihe, Sitaro, Talaud. Kemudian Minahasa, Minahasa Selatan, Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara dan Kota Kotamobagu.
Hal itu dikatakan Ben Molle, karena ada aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO), adanya monsun Asia yang aktif dan mulai
menunjukan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah, anomali suhu
muka laut di Laut Sulawesi berkisar antara +0.5°C s/d +2.0°C mempengaruhi penambahan
massa uap air serta analisis labilitas atmosfer pada tingkat sedang menyebabkan
peningkatan pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Utara cukup signifikan.
BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado menghimbau instansi terkait dan
masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah rawan bencana alam agar senantiasa
mengantisipasi dampak yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir
bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini serta prakiraan cuaca berbasis dampak," pesan BMKG. (gre)
Editor : Gregorius Mokalu