MANADOPOST.ID--Brigjen TNI (Purn) Donny Makaminan meninggal dunia, Minggu (17/3) di Rumah Sakit Columbia Asia Jakarta. Dia dimakamkan di TMP Bahagia Tangerang, Rabu (20/3).
Salah satu putra terbaik kebanggaan Sangihe dan Sulut ini banyak mengabdikan diri di TNI AD, khususnya Korps Polisi Militer. Brigjen Donny Makaminan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986.
Tak hanya itu, Brigjen Donny Makaminan ternyata aktif dalam pelayanan. Dia merupakan Penatua di GPIB Martin Luther Jakarta Timur.
Putra Sangihe ini juga aktif di Departemen PEG dan di Yayasan Hukum Apolos GPIB.
Dilansir dari arcusgpib, Brigjen Donny Makaminan pernah menjabat Sahli, Bid Polkamnas Panglima TNI ini juga aktif pada event sinodal berkaitan dengan Persidangan Sinode yang diselenggarakan Majelis Sinode.
Sementara itu, suasana ibadah pelepasan Alm Brigjen Donny Makaminan GPIB Martin Luther Jakarta terasa begitu khusuk, dukacita sangat dirasakan GPIB yang kehilangan sosok rendah hati tapi juga periang.
Baca Juga: Lima Fakta Brigjen TNI Donny Makaminan, Aktif di Pelayanan, Korps Polisi Militer dan Putra Sulung Mantan Bupati Sangihe
“Ketika ada ketegangan, ketika ada pertentangan dalam sidang, beliau tetap tenang, tidak ada terkesan marah dan menjawab dengan penuh santun. Beliau adalah seorang pelayan yang selalu menjaga keharmonisan,” ungkap Pendeta Melkianus Nguru, KMJ GPIB Martin Luther Jakarta.
“Kami kehilangan, karena Bapak Donny Makaminan bagian dari pelayanan GPIB. Beliau pertama kali hadir ditengah-tengah GPIB secara sinodal itu di Persidengan Sinode ke-21 di Surabaya Oktober 2021. Beliau menjadi Pimpinan Persidangan yang dipastikan dikenal oleh seluruh jemaat-jemaat GPIB,” kata Ketua II MS GPIB, Pendeta Manuel E. Raitung, S.Si, MM.
Diaken Michael Sendouw mengatakan, kematian bagi manusia memang seperti kata yang menakutkan dia final dan mengikat tidak ada seorangpun yang bisa menolak kematian.
”Dalam kehidupan Kita ada dua hal yang tidak bisa kita tolak yaitu kelahiran dan kematian. Satu-satunya pilihan bagi adalah bagaimana dan cara apa kita mengisi kehidupan yang Tuhan berikan,” kata Diaken Michael.(*)
Editor : Clavel Lukas