Kegiatan ini adalah rangkaian dari Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Yaitu Orientasi Studi Bahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ).
"Kegiatan yang merupakan rangkaian LPKBJJ ini, berisi pelatihan, pembekalan, pembimbingan belajar di UT bagi mahasiswa baru agar siap, mampu, sukses mengikuti pembelajaran PJJ di UT, ujar Direktur UT Manado Dr Obed Bida SSos MPA.
Workshop tugas merupakan salah satu bentuk bantuan layanan akademik yang diberikan kepada mahasiswa UT. Melalui workshop ini, mahasiswa diberikan pemahaman dan pembimbingan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik.
Selama workshop, Dr Obed mengatakan mahasiswa dilatih menemukan dan mengolah berbagai sumber bahan dan sumber belajar, menyelesaikan tugas tutorial, tugas mata kuliah, menulis karya ilmiah, serta mengerjakan tugas praktik/praktikum.
Adapun Materi Workshop tugas yang disampaikan adalah Etika akademik dan plagiarisme, pengerjaan Tugas Mata Kuliah, penjelasan penyusunan karya ilmiah, dan strategi pembelajaran.
Sementara itu, Klinik Ujian merupakan layanan yang diberikan kepada seluruh mahasiswa UT untuk memahami proses asesmen atau evaluasi hasil pembelajaran.
Tujuan dari klinik ini adalah untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian dan memberikan bimbingan/konseling kepada mahasiswa yang mengalami permasalahan dalam ujian.
Kemudian materi yang disampaikan itu terkait dengan Assesmen dalam pembelajaran, mengelola kecemasan menghadapi ujian, penjelasan ujian online UT, penjelasan tata tertib ujian UAS dan Ujian Take Home Exam (THE).
"Setelah mengikuti kegiatan workshop tugas dan Klinik Ujian kami berharap mahasiswa memiliki kemampuan dalam mengerjakan soal ujian baik yang dilakukan secara tatap muka, online, maupun dengan metode lainnya. Dan dalam menghadapi ujian mahasiswa tidak cemas tidak panik karena mereka sudah dibekali lewat kegiatan ini," ucap Dr Obed.
Diketahui kegiatan ini dibuat di berbagai tempat, yakni Di Manado diikuti 80 peserta, Kotamobagu ada 77 peserta, Bolmong ada 70 peserta, dan Tomohon ada 75 peserta. Kemudian rencananya akan dibuat di Tahuna namun karena adanya erupsi Gunung Ruang sehingga kegiatan ini belum bisa dilaksanakan disana.
Melihat kondisi saat ini di Tahuna, dikatakannya tentunya tidak memungkinkan untuk kami melakukan workshop tugas dan klinik ujian secara luring di Tahuna makanya akan difasilitasi secara daring karena mengingat waktu, agar semua mahasiswa baru UT Manado bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi dan melaksanakan tutorial dan menghadapi ujian semester nantinya.
Sementara itu, Hatisa Mokoagow, mahasiswa Prodi PGSD menuturkan ucapan terima kasih kepada pihak UT Manado. "Karena kegiatan ini dapat membantu saya dalam mengakses layanan belajar yang diberikan Universitas Terbuka dan bisa mengetahui cara belajar sehingga ada gambaran nantinya ketika kami akan mengikuti tutorial dan mengerjakan tugas akhir," ujarnya.
Disambung, Cikita Udeng, mahasiswa Prodi PGSD, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya sebagai mahasiswa baru di mana dapat membantu dalam melaksanakan ujian ke depan. "Saya juga mengetahui bagaimana cara kita menjalankan kuliah di UT, apalagi kegiatan ini dilaksanakan secara luring sehingga setiap materi-materi yang diberikan cepat kami pahami dan mengerti," tandasnya.(***)
Editor : Tanya Rompas