MANADOPOST.ID - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, tim Dosen Universitas Negeri Manado melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif.
Program ini berjudul "Pembuatan Disertai Pelatihan Penggunaan Inovasi Alat Praktikum Terintegrasi Aplikasi Android Berbasis Augmented Reality Berbantuan Box Virtual Reality."
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman konsep dan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep kimia siswa di Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Madani Manado.
Dipimpin oleh Ketua Tim, Jakub Saddam Akbar, bersama anggota tim dosen Stefan Marco Rumengan dan Yohanes Bery Mokalu, serta dua mahasiswa, Nindy Dwy January dan Meylisa Balangasan, program ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (DRTPM).
Inovasi alat praktikum yang diperkenalkan merupakan gabungan dari teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan materi pelajaran secara lebih menarik dan menyenangkan.
Dengan menggunakan aplikasi Android dan box Virtual Reality, siswa dapat melakukan simulasi percobaan kimia tanpa risiko kecelakaan yang sering terjadi di laboratorium nyata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep kimia yang kompleks.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya mencakup cara penggunaan alat, tetapi juga metode pengajaran yang efektif agar siswa dapat memaksimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar.
Diharapkan, pengalaman praktis ini akan membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengaplikasikan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Madani Manado menjadi lokasi ideal untuk pelaksanaan program ini, mengingat komitmen mereka terhadap pengembangan pendidikan berkualitas.
Sekolah ini dikenal dengan fasilitas yang mendukung serta lingkungan belajar yang kondusif, menjadikannya mitra yang tepat dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan terjadi sinergi antara teknologi dan pendidikan yang akan menghasilkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Melalui inovasi ini, tim Dosen Universitas Negeri Manado tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pembelajaran sains kimia, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan efektif.
Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam kurikulum mereka, serta membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. (*)
Editor : Tanya Rompas