Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Permesta Bukan Pemberontak

T
Penulis: Tommy Waworundeng❯
 Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw mengaku bersyukur ternyata Permesta bukan pemberontak
Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw mengaku bersyukur ternyata Permesta bukan pemberontak

Advertisement

 

MANADOPOST.ID-Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Paulus  Pantouw menyampaikan rasa syukurnya karena ternyata  Permesta bukan pemberontak.

"Syukur puji Tuhan, dalam rumusan baru sejarah Indonesia, telah ditetapkan Permesta bukan pemberontak," kata Philip Pantouw saat diwawancarai wartawan  Manado Post, Senin (4/5) tadi siang.

Advertisement

Lanjut Pantouw, dalam rumusan baru  sejarah Indonesia  istilah pemberontakan dalam perjuangan Permesta, menjadi "Masa Bergejolak".

"Rumusan baru "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" (2025) adalah buku sejarah komprehensif yang diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan pada 14 Desember 2025," kata Om Ile, sapan akrab salah satu tokoh masyarakat Sulut yang getol meluruskan sejarah  gerakan Permesta bukan pemberontakan  tapi koreksi daerah terhadap pemerintah pusat atas ketimpangan ekonomi dan pembangunan.

"Rumusan baru sejarah Indonesia ini  bukan sembarangan. Rumusan baru ini disusun oleh 134 sejarawan dari 34 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Karya ini memaparkan perjalanan panjang nusantara dari akar peradaban hingga era reformasi dan konsolidasi demokrasi," jelas Philip Pantouw, adik salah satu pemimpin Permesta Nun Pantouw.

Advertisement

Philip Pantouw dan Willy Rawung saat menjelaskan Permesta bukan pemberontak dalam diskusi panel Sumitronomics di Manado Post
Philip Pantouw dan Willy Rawung saat menjelaskan Permesta bukan pemberontak dalam diskusi panel Sumitronomics di Manado Post

 

Philip P Pantouw dan Willy H Rawung pun menguraikan Perbandingan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" (2025) 10 jilid, dengan  versi SNI (Sejarah Nasional Indonesia) versi Orde Baru suntingan Nugroho Notosusanto (1975).

SNI Orde Baru (6 Jilid): Memposisikan PRRI/Permesta sebagai pemberontakan militer yang mengancam integrasi nasional. Narasi difokuskan pada keberhasilan operasi militer pemerintah pusat (seperti Operasi Tegas dan Operasi 17 Agustus) dalam menumpas gerakan tersebut. Versi Narasi milter.

Versi 2025 (Jilid VIII): Menggeser label dari "pemberontakan" menjadi "Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi". Peristiwa ini diposisikan sebagai dinamika politik internal dan perjuangan menuntut keadilan daerah dalam kerangka "Dinamika Kebangsaan".

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MKBP Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Desak Bersihkan Internal Polri

MKBP Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Desak Bersihkan Internal Polri

MKBP Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Desak Bersihkan Internal Polri

Ketua MKBP Philip Pantouw: Jika Solo Terlibat Dalang Penyadapan, Gibran Harus Mundur dari Wapres

Ketua MKBP Philip Pantouw: Jika Solo Terlibat Dalang Penyadapan, Gibran Harus Mundur dari Wapres

Ketua MKBP Philip Pantouw: Jika Solo Terlibat Dalang Penyadapan, Gibran Harus Mundur dari Wapres

MKB Permesta Kecam Penyadapan Presiden Prabowo, Jika Terbukti Solo Terlibat, Gibran Diminta Mundur

MKB Permesta Kecam Penyadapan Presiden Prabowo, Jika Terbukti Solo Terlibat, Gibran Diminta Mundur

MKB Permesta Kecam Penyadapan Presiden Prabowo, Jika Terbukti Solo Terlibat, Gibran Diminta Mundur dari Wapres

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer