Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sanitasi Buruk, Ada Anak Stunting Prioritas, Pemkot Tomohon Sedia 44 Paket RTLH

Julius Laatung • Senin, 27 Januari 2025 | 19:51 WIB

 

Ilustrasi rumah tidak layak huni, insert Kadis Perkim Tomohon Joice Taroreh ST MSi
Ilustrasi rumah tidak layak huni, insert Kadis Perkim Tomohon Joice Taroreh ST MSi

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Caroll Senduk SH, terus mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat. Penyediaan rumah layak huni jadi salah satu perwujudannya. 

Menyediakan hunian yang layak tinggal dipastikan masuk dalam radar program kerja Pemerintah Kota Tomohon.

Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Daerah Kota Tomohon Joice Taroreh melalui Kepala Bidang Penataan Perumahan Steva Senduk ST menyampaikan, untuk tahun anggaran berjalan ada 44 program bantuan bedah rumah atau program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

"Untuk tahun ini dianggarkan sebanyak 44 paket program bedah rumah. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kelurahan se-kota bunga," ungkap Steva, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.

Diakui Steva jumlah alokasi bantuan ini sedikit turun ketimbang tahun sebelum yang menganggarkan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 60 unit.

Steva menjelaskan bahwa kriteria penerima yakni warga Tomohon, tentunya pemilik tanah yang sah, belum memiliki rumah dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan perumahan dari pemerintah, penghasilan upah minimum dan bersedia ikut program ini.

Dimana nantinya warga yang layak masuk kategori penerima bantuan itu akan mendapat dana sebesar Rp 20 Juta untuk melakukan rebab rumah menjadi layak dihuni.

"Dengan persentase pembagian bantuan yakni, kurang lebih Rp 17 juta untuk bahan bangunan, sisanya untuk membayar pekerja atau tukang," sebut bebernya.

Selain sejumlah persyaratan di atas, Steva bilang, calon penerima bantuan yang memiliki anak stunting, sanitasi tidak layak, tak memenuhi standar kesehatan. Menjadi prioritas yang nantinya menjadi sasaran program RTLH tersebut.

"Prinsipnya ada beberapa data yang kita sinkronkan dengan SKPD terkait. Berkenaan dengan penanganan Stunting yang memang menjadi prioritas. Total rumah atau hunian di Kota Tomohon sebanyak 25.725 unit, dari jumlah ada 1.117 rumah yang masuk kategori tidak layak huni. Atau sekira 5 persen dari total rumah yang ada di Tomohon," pungkas Steva. (***) 

Editor : Julius Laatung
#Kota Tomohon #anak stunting #Pemerintah Kota Tomohon #sanitasi buruk #Rumah Tidak Layak Huni #RTLH