MANADOPOST.ID- Hari ini, 2 Maret 2025, para tokoh Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) mengenang perjuangan 68 tahun silam. 2 Maret 1957, jadi awal perjuangan dan pengorbanan Permesta. Ada ibadah syukur, bahkan temu kangen serta pemberian apresiasi kepada para tokoh-tokoh Permesta yang ada.
Ada 31 orang tokoh sewaktu perjuangan dahulu, dengan bangga mengenang pengorbanannya. Didepan generasi penerus, anak, cucu bahkan kerabat dan keluarga. Didalamnya ada deklarasi dan proklamasi Permesta 68 tahun silam, yang dibacakan tokoh Permesta Letnan Kolonel Ventje Sumual, kala itu di Makassar.
Disapa langsung ketua panitia Phill M Sulu. "Tabea. Salam perjuangan. Selamat datang kepada seluruh hadirin," katanya sembari bersyukur kepada Tuhan. "Melihat ini kami bergerak senyap, tidak ada publikasi. Saya sudah mau 89 tahun mencari teman-teman perjuangan yang masih ada. Semua pelosok Minahasa saya cari. Terkumpul 31 orang. Sebenarnya masih banyak kalau diinventarisasi semuanya," tambahnya.
Dirinya percaya Tuhan memberi kesehatan untuk perjuangan ini. "Luar biasa campur tangan Tuhan. Tanpa rapat dan publikasi. Saya bangga. Ini nostalgia. Sudah lama tidak bertemu, ingat perjuangan dulu. Ada yang sudah pakai tongkat, kursi roda, ada yang juga tidak bisa datang karena fisiknya," terangnya. "Perjuangan yang dilanjutkan luar biasa. Dengan doa kita melanjutkan perjuangan ini. Tidak sia-sia perjuangan kita. Tuhan memberkati perjuangan kita," tegasnya.
Bahkan dirinya mengutip pesan dari tokoh Permesta Ventje Sumual. "Torang harus baku bekung pande. Jangan baku cungkel atau baku tunjung pande. Itu yang harus dilakukan. Karena ini pesan dari Ventje Sumual, tokoh Permesta. Selamat datang kepada kita semuanya," tegasnya lagi.(rez)
Editor : Reza Abdilah