MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara kembali menghadirkan sosok inspiratif lewat figur Cindi Noladyta Takumansang, yang terpilih sebagai Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2025.
Perempuan yang dikenal dengan sapaan Cindi ini tak hanya memiliki paras menawan, tetapi juga sarat prestasi, advokasi, dan semangat tinggi dalam mewujudkan mimpi.
Perempuan berusia 25 tahun ini mencatatkan prestasi tersendiri sebagai finalis tertinggi di ajang nasional tersebut dengan tinggi badan 180 cm. Penampilan anggun nan percaya diri Cindi membuatnya mencuri perhatian sejak awal, apalagi dengan latar belakangnya sebagai perawat muda yang aktif mengadvokasi isu kesehatan anak.
Meski kini tampil percaya diri di dunia pageant, siapa sangka Cindi kecil pernah dikenal sebagai pribadi yang tomboy? "Saya sebenarnya tidak terpikir untuk bergabung di dunia pageant karena masa remaja saya lebih tomboy, lebih suka aktivitas seperti paskibra," ujarnya.
Namun, potensi dalam dirinya mulai terlihat ketika seorang kakak senior membimbingnya untuk berlatih catwalk dan public speaking didukung dengan postur badannya yang memiliki tinggi180cm, dari sanalah Cindi mulai menapaki karier di dunia pageant sejak 2017.
Berbagai prestasi telah diukirnya, seperti Putri Fotogenik De La Salle Manado 2017, Wakil 1 Duta Kain Sulawesi Utara 2018, hingga menjadi Mahasiswa Berprestasi DIKTI Wilayah 16 pada 2020. Tahun 2023, ia akhirnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Sulawesi Utara. Dan kembali terpilih lagi menjadi Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2025, ia terus mempersiapkan diri untuk bersinar di tingkat nasional pada 2025.
Meski telah lama berkecimpung, perjalanan Cindi tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyesuaikan diri dengan dunia modeling yang identik dengan high heels. "Sebagai pribadi yang terbiasa dengan sneakers, tentu butuh waktu untuk membiasakan diri," katanya sambil tertawa.
Selain itu, sifat introvertnya juga menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan keterampilan komunikasi di hadapan banyak orang.
Namun, di balik gemerlap dunia pageant, Cindi juga aktif menjalankan advokasi sosial "CinTa for Children", sebuah program yang ia inisiasi sejak 2017 untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan anak-anak di Manado.
Melalui kegiatan ini, ia mengajarkan perilaku hidup sehat, seperti cuci tangan yang benar, dan edukasi kesehatan lainnya.
"Awalnya saya tergerak karena kecintaan saya pada dunia keperawatan anak," jelas Cindi.
Sebagai perawat yang aktif bekerja di salah satu rumah sakit swasta international di Manado, Cindi menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan karier dan hobi.
Cindi mengakui bahwa meskipun jadwalnya padat, ia tetap menjaga kesehatan mental dan fisik agar bisa terus aktif di dunia advokasi dan pageant.
Selain fokus pada anak-anak, Cindi juga merencanakan untuk membentuk komunitas pengembangan soft skill tenaga kesehatan. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dalam profesi perawat, sehingga pelayanan kepada pasien bisa lebih maksimal.
Menjelang ajang Puteri Indonesia 2025, Cindi mengaku melakukan banyak persiapan, mulai dari latihan public speaking, penampilan, hingga memperkuat advokasi. Ia juga berencana untuk mengunjungi berbagai kota di Sulawesi Utara agar bisa menyebarluaskan edukasi kesehatan bagi anak-anak.
Tak lupa, Cindi juga memaknai setiap ekspektasi dan tekanan masyarakat sebagai motivasi. "Walaupun ada komentar negatif, saya belajar mengolahnya menjadi semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya dengan bijak.
Sebagai pesan untuk perempuan muda di Sulawesi Utara, Cindi mengajak agar tidak takut bermimpi besar. "Jangan takut bermimpi dan jangan cepat menyerah. Proses memang berat, tapi mimpi besar membutuhkan usaha yang besar pula," katanya penuh semangat.
Menutup perbincangan, Cindi menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara dan sangat berharap doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Sulut untuk perjalanannya menuju Puteri Indonesia 2025. (*)
Editor : Tanya Rompas