MANADOPOST.ID-Keberadaan Bandara Sam Ratulangi Manado akan terus dioptimalkan untuk sarana vital perhubungan udara dalam memajukan pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara.
Namun begitu Bandara Sam Ratulangi terkendala dalam perluasan untuk melayani penerbangan pesawat berbadan besar. Ini jelas menjadi penghambat bagi program pemerintah dalam menggenjot sektor pariwisata untuk peningkatan perekonomian rakyat.
Hal ini pun disadari betul oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE yang punya ide brilian untuk menambah bandara representatif internasional di Sulut selain Bandara Sam Ratulangi yang sudah ada.
Menurut Gubernur Selvanus, untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bumi Nyiur Melambai, perlu adanya bandara yang bisa melayani pesawat Airbus dan Boeing berkapasitas besar.
Pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380-800 menjadi pesawat berbadan lebar terpopuler/paling banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia.
Airbus A380-300 merupakan pesawat berpenumpang 500 orang yang banyak dioperasikan oleh negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Begitu juga pesawat jenis Boeing 747, 777, 787, dan dreamlifter. Khusus Boeing 747 diistilahkan sebagai “Jumbo Jet”, diperuntukan untuk mengangkut penumpang dengan kapasitas 550-660 penumpang.
Ada juga pesawat kargo Antonov An-225 Mriya yang bisa mengakut bahan bahan ekspor.
"Pesawat berbadan lebar ini tidak bisa mendarat di Bandara Sam Ratulangi karena landasan pacunya tidak cukup. Runway Bandara Internasional Sam Ratulangi tidak bisa lagi diperpanjang. Karena terhalang Gunung dan pemukiman warga," kata Gubernur Yulius Selvanus.
Hal ini diungkapkan Gubernur Selvanus saat sambutan di Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2025-2029 di Hotel Peninsula, Kota Manado, Selasa (25/03/2025).
Diungkapkan juga oleh Gubernur, akan membangun jembatan penghubung antara Kota Bitung dan Pulau Lembeh.
Menurut Yulius, rencana ambisiusnya tersebut pernah disentil saat melakukan diskusi dengan Gubernur Sulut periode sebelumnya, Olly Dondokambey.
Selain jembatan penghubung, sebut Yulius, Pulau Lembeh bakal dibangun bandara untuk boeing jenis pesawat berkapasitas besar.
“Pembangunan jembatan Pulau Lembeh, kemudian saya diskusi dengan Pak Olly Bandara Sam Ratulangi ini belum bisa didaratin pesawat berbadan besar. Bukan dipindahkan, bandara untuk pesawat berbadan besar akan dibangun di sana,” ungkap Gubernur Selvanus.
Diketahui, dalam pembahasan RPJMD, Gubernur Yulius memaparkan 8 misi dan 45 program. Pemaparan program dan misi tersebut tidak lepas daripada pedoman saat melakukan kampanye di Pilkada 2024 lalu bersama Wakil Gubernur, J Victor Mailangkay.
Yulius menuturkan RPJMD Sulut harus mengacu pada RPJMN tahun 2025-2029 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Di situ termuat adopsi daripada misi 8 Asta Cita dan 17 program prioritas Presiden Prabowo. (*)
Editor : Tommy Waworundeng