MANADOPOST.ID—Dalam pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), tak ada komunitas kategorial yang memiliki daya jelajah sosial dan spiritual seluas Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM.
Bukan sekadar kelompok pria dewasa yang rutin beribadah, tetapi fondasi rohani, simpul pergerakan sosial, dan bahkan jaringan strategis yang menyatukan gereja dan pemerintahan dalam satu simpul pelayanan bersama. Termasuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Sulut.
Total anggota yang mencapai 250.464 orang, P/KB GMIM adalah kelompok kategorial yang tersebar di 1.079 jemaat dan 149 wilayah se GMIM.
Membedakan P/KB GMIM dengan komunitas kategorial serupa di banyak gereja lain adalah kenyataan bahwa banyak dari pemimpinnya juga adalah pemimpin daerah.
Artinya, tidak hanya memimpin secara spiritual, tetapi juga memegang kendali kebijakan publik dan pembangunan.
Sejumlah tokoh terlibat aktif dalam pelayanan P/KB GMIM hingga pelayan jemaat dan masyarakat.
Di pusat pelayanan sinode, Ir Maurits Mantiri MM, menjadi sosok sentral yang memimpin Komisi Pelayanan P/KB GMIM periode 2022–2027.
Ia bukan hanya Ketua Komisi, tetapi sebelumnya juga Wali Kota Bitung, kota pelabuhan strategis di pesisir utara Sulawesi.
Mantiri memandang P/KB GMIM bukan sebagai ruang ibadah rutin pria-pria dewasa belaka, tetapi sebagai wadah kaderisasi dan misi strategis untuk membentuk pemimpin keluarga, gereja, dan masyarakat.
“Kita sedang membangun sistem pelayanan yang tidak hanya karismatik, tapi juga administratif dan berbasis data. Kita butuh keseragaman gerak, disiplin, dan arah pelayanan yang jelas,” ujar Mantiri dalam Konsultasi Tahunan P/KB GMIM yang berlangsung baru-baru ini.
Kepemimpinan Mantiri yang berlatar teknokrat, berpadu dengan gaya koordinatif dan struktural ala birokrat, membuat pelayanan P/KB GMIM bergerak.maju.
Ia mendorong lahirnya pedoman baku Panji Yosua P/KB GMIM, dan mengarahkan agar pelayanan Pria/Kaum Bapa mulai mengintegrasikan data statistik, digitalisasi informasi, serta penguatan karakter lewat pelatihan rohani dan soft skill kepemimpinan, hingga menciptakan P/KB GMIM jadi roda penggerak perekonomian di Sulut.
Sementara itu, pelayanan P/KB GMIM di wilayah-wilayah kota dan kabupaten dikuatkan para pemimpin daerah yang juga mengemban amanah sebagai pelayan khusus.
Salah satu sosok penting adalah Pnt dr Richard Sualang, Wakil Wali Kota Manado. Sebagai Ketua P/KB GMIM Rayon Manado, Sualang hadir dengan gaya melayani yang seimbang antara kedalaman rohani dan semangat aktivisme sosial.
“Kita butuh kaderisasi yang menyasar kaum muda, agar saat mereka menjadi ayah, mereka siap menjadi imam keluarga. P/KB GMIM jangan hanya hebat dalam ibadah, tapi juga tangguh dalam kerja nyata,” ujar Sualang.
Kepribadian Sualang yang dikenal tenang dan egaliter menjadikannya figur pemersatu. Ia tak ragu melibatkan kalangan muda dalam kegiatan P/KB, dan bahkan menginisiasi pelatihan karakter berbasis spiritualitas lokal.
Di daerah sejuk kaki Gunung Lokon, Caroll Senduk, Wali Kota Tomohon, juga menjadi sosok yang mengakar kuat dalam pelayanan kategorial ini.
Sebagai Ketua P/KB GMIM Rayon Tomohon ini menegaskan pentingnya peran pria GMIM sebagai tiang doa dan teladan moral.
“Kita ada di zaman di mana ayah bisa kalah suara dari gawai. Tapi ayah yang berdoa dan berintegritas akan jadi benteng keluarga. Di sinilah tugas P/KB GMIM jadi sangat penting,” ujar Caroll dalam ibadah, beberapa waktu lalu.
Karakter Caroll yang lembut dan bersahaja menjadi kekuatan dalam memimpin. Ia banyak mendorong kolaborasi antarjemaat, dan tidak jarang tampil langsung dalam aksi sosial P/KB GMIM seperti bakti sosial dan bantuan bencana.
Di ujung tenggara Sulawesi Utara, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Pnt Fredy Tuda membawa semangat pelayanan yang tak kalah mengakar. Di Sinode GMIM, ia menjabat sebagai Wakil Asisten Bendahara Komisi Pelayanan P/KB GMIM.
Di sisi lain, dua kepala daerah yang juga memainkan peran penting dalam struktur kategorial P/KB GMIM adalah Pnt Robby Dondokambey SSi, Bupati Minahasa, dan Pnt Franky Donny Wongkar SH, Bupati Minahasa Selatan.
Keduanya menjabat sebagai Ketua Rayon P/KB GMIM di wilayah masing-masing.
Robby di Rayon Minahasa, dan Franky di Rayon Minahasa Selatan, yang menegaskan sinergi erat antara pemerintahan daerah dan pelayanan gereja.
Pnt Robby Dondokambey, sebagai Ketua P/KB GMIM Rayon Minahasa, dikenal sebagai sosok pelayan yang konsisten membangun pola kepemimpinan kolektif.
Ia hadir dalam banyak kegiatan sinode maupun wilayah dengan semangat membumikan nilai-nilai kekristenan dalam kerja sosial dan pembangunan karakter pria-pria gereja.
Robby selalu mendorong agar kaum bapa GMIM tetap menjadi pilar tangguh dalam keluarga dan masyarakat.
“Pelayanan di P/KB ini bukan cuma tugas struktural, tapi panggilan untuk memberi dampak yang nyata baik dalam jemaat maupun dalam pemerintahan yang kita jalankan,” tegas Robby.
Sementara itu, Pnt Franky Donny Wongkar memimpin Rayon P/KB GMIM Minahasa Selatan dengan gaya kepemimpinan yang egaliter dan membumi.
Di berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pelayanan kategorial kaum bapa harus berdampak luas, tidak hanya di mimbar gereja, tetapi sampai pada penguatan keluarga dan ekonomi rumah tangga.
“P/KB GMIM tidak boleh jadi simbol struktural semata, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, membantu yang lemah, dan menjadi teladan dalam sikap hidup,” ujar Wongkar.
Senada Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin Lotulung SH MH juga adalah contoh bagaimana pemimpin daerah menjadi pelayan gereja.
Pnt Kevin dikenal luas karena pendekatan komunikatifnya dengan generasi muda dan kemampuan membangun jejaring lintas sektoral.
Sebagai Wakil Bupati dan pelayan khusus aktif, ia menjadi contoh pemimpin muda yang mengakar dalam gereja, tetapi progresif dalam visi pembangunan daerah.
“Karena melayani itu untuk Tuhan bukan untuk pribadi atau keluarga semata. Sehingga sebagai pelayan Tuhan, kita juga harus mampu melayani rakyat sebagai pemimpin daerah,” ucap Kevin.
Sekretaris Komisi P/KB GMIM Pnt Reza Rumambi dikenal sebagai motor administratif yang menjembatani komunikasi antara sinode, rayon, wilayah dan jemaat.
Ia mengarahkan agar seluruh kegiatan P/KB GMIM terintegrasi dalam sistem dokumentasi dan digitalisasi. “Kita harus menata pelayanan dengan pendekatan manajemen modern. Tetapi yang utama tetap karakter," tegas Rumambi yang juga Legislator Manado, dalam berbagai kesempatan.
Alhasil, P/KB GMIM tidak hanya sedang menata organisasi kategorial. Ia sedang membentuk generasi pria Kristen utuh, yang bisa menjadi imam di rumah, pemimpin di gereja, dan pelayan masyarakat.
Tokoh P/KB GMIM menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan kategorial P/KB GMIM dapat bersinergi dengan visi pelayanan publik.
Berhasil memadukan jabatan publik dan tugas gerejawi tanpa kehilangan esensi dari masing-masing tanggung jawab.
Mereka memperkuat posisi P/KB GMIM sebagai kekuatan rohani yang sekaligus memiliki nilai strategis dalam pembangunan dan mendorong perekomomian Bumi Nyiur Melambai. (jen)
Editor : Jendry Dahar