Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Esok Umat Hindu Merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Bakal Melaksanakan Catur Brata Penyepian, Ini Penjelasan Ketua PHDI Kota Manado

Reza Abdilah • Rabu, 18 Maret 2026 | 20:43 WIB

Upacara Melasti yang berlangsug di Pura Segara Tirtha Amertha Kelurahan Tongkaina Manado, rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Upacara Melasti yang berlangsug di Pura Segara Tirtha Amertha Kelurahan Tongkaina Manado, rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948

 

MANADOPOST.ID- Esok 19 Maret 2025, seluruh umat Hindu akan merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Halnya di Manado, Sulawesi Utara. Maka persiapan untuk menyongsong hari raya di tahun 2026 ini, sudah dimulai sejak awal Maret lalu.

Halnya disampaikan Ketua PHDI Kota Manado Dr I Dewa Ketut Gianyar MPd. Menurut umat Hindu di kota Manado, dari tanggal 7 Maret, telah melaksanakan gotong royong mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam peringatan Hari Suci Nyepi, diantaranya janur, kelapa, arkus dan lainnya.

"Kemudian 11 Maret 2026, Umat Hindu Manado dan sekitarnya melaksanakan Ngayah atau gotong royong mempersiapkan sarana upacara," katanya.

Dilanjutkan pada Minggu, 15 Maret 2026, melaksanakan rangkaian pertama Nyepi yakni kegiatan Melasti. "Melasti merupakan ritual mengambil air suci yang dilaksanakan di Pura Segara Tirtha Amertha Kelurahan Tongkaina Manado. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan benda-benda sakral yang digunakan di setiap Pura atau tempat sembahyang," terangnya.

Pun pada 18 Maret 2026, dilaksanakan Tawur Kesanga atau Mecaru. "Ritual ini dilaksanakan sehari menjelang Nyepi. Untuk wilayah Manado ritual Tawur Kesanga dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala Manado," ungkapnya.

Sementara untuk esok, yang merupakan puncak acara Nyepi, Umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Hal ini mulai pukul 06.00 Wita esok, sampai dengan pukul 06.00 Wita di tanggal 20 Maret 2026.

"Catur Brata terdiri dari Amati Geni, yaitu pantangan bagi umat Hindu untuk menyalakan api, listrik, cahaya atau unsur lain yang identik dengan sifat amarah seperti api. Kemudian Amati Lelanguan, yaitu larangan untuk berfoya-foya atau bersenang-senang secara berlebihan saat perayaan Nyepi. Dan Amati Lelungan, yaitu larangan untuk bepergian sekaligus anjuran untuk berdiam di dalam rumah. Serta Amati Karya, yaitu larangan untuk bekerja di Hari Raya Nyepi selama 24 jam," terangnya.

Dan terakhir lanjutnya, di tanggal 20 Maret 2026, setelah mengakhiri Catur Brata Penyepian, Umat Hindu Manado akan melaksanakan Ngembak Geni.

"Pada tahap ini umat Hindu sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala. Umumnya Umat Hindu akan melaksanakan Dharma Santi dengan mengunjungi sanak saudara, tetangga untuk mengucapkan syukur dan saling memaafkan," katanya.

Dirinya menambahkan Dharma Santi Umat Hindu bersama Pemerintah Kota Manado akan dilaksanakan tanggal 29 Maret 2026 nanti.(rez)

 

 

Editor : Reza Abdilah
#phdi #MANADO #umat hindu #Catur Brata Penyepian