Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sejarawan Lulusan Belanda Drs. Raymon Mawikere Tutup Usia, Pernah Raih Beasiswa Bergengsi Leiden

Tommy Waworundeng • Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:36 WIB

 

Pantouw: MKBP Kehilangan Sejarawan Raymond Mawikere, Kontributor Penting Penulisan Sejarah Nasional
Pantouw: MKBP Kehilangan Sejarawan Raymond Mawikere, Kontributor Penting Penulisan Sejarah Nasional

MANADOPOST.ID-Kabar duka datang dari dunia akademik, khususnya bidang sejarah. Dosen ahli sejarah lulusan universitas di Belanda, Drs. Raymon Mawikere, M.Hum., MM, dikabarkan meninggal dunia.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan akademisi dan para koleganya.

Menurut Roger Kembuan, almarhum dikenal sebagai sosok akademisi yang memiliki rekam jejak pendidikan yang luar biasa. Ia menyebutkan bahwa Mawikere menempuh pendidikan magister (S2) sebanyak dua kali.

“Pertama S2 di UGM dengan gelar M.Hum, kemudian S2 kedua di Leiden dengan gelar MA,” ungkap Roger.

Lebih lanjut dijelaskan, studi di Universitas Leiden tersebut ditempuh melalui program bergengsi TANAP (Toward a New Age of Partnership), yang merupakan beasiswa prestisius bagi mahasiswa asing.

“Program ini sangat selektif. Hanya sekitar 20 orang dari Asia yang pernah mendapatkan beasiswa dari Universitas Leiden,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, hanya empat orang dari Indonesia yang berhasil menjadi penerima beasiswa TANAP.

Mereka adalah almarhum Dr. Muridan Widjoyo, Prof. Bondan Kanumoyoso yang kini menjabat Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Margana dari UGM, serta Raymon Mawikere.

“Raymond adalah salah satu dari sedikit orang Indonesia yang pernah menjadi awardee beasiswa tersebut,” tambah Roger.

Almarhum dikenal sebagai akademisi yang berdedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu sejarah, serta memiliki kontribusi penting dalam dunia pendidikan dan penelitian.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia akademik Sulawesi Utara dan  Indonesia. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#dosen #leiden #Belanda #sejarah