MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus kembali memaparkan capaian kinerja pemerintah daerah dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, khususnya pada urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dasar.
Dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Rabu (25/3), sejumlah sektor strategis seperti pangan, lingkungan hidup, tenaga kerja, perhubungan, hingga kepemudaan menjadi sorotan utama.
Di sektor pangan, pemerintah provinsi menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus stabilitas harga di masyarakat. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Gerakan Pangan Murah yang telah dilaksanakan di 190 titik. Program ini dinilai efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Kita telah melaksanakan langkah nyata melalui Gerakan Pangan Murah di 190 titik, dan ini berhasil menjaga daya beli masyarakat,” ujar Yulius.
Selain itu, pemerintah melakukan panen raya serta optimalisasi lahan padi seluas 2.000 hektare sebagai upaya memperkuat swasembada pangan daerah. Program bertajuk “Makan apa yang ditanam, tanam apa yang dimakan” terus digencarkan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat. Dukungan juga diberikan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Dalam bidang lingkungan hidup, Pemprov Sulut menegaskan arah pembangunan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip ekonomi hijau. Upaya pengelolaan limbah serta konservasi daerah aliran sungai (DAS) dilakukan secara konsisten untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.
Sementara itu, sektor tenaga kerja difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), ribuan tenaga kerja lokal telah mendapatkan pelatihan keterampilan tambahan atau upskilling agar mampu bersaing di pasar kerja, khususnya di sektor industri dan jasa.
Di bidang perhubungan, pemerintah terus mengintegrasikan konektivitas antar moda transportasi, baik udara, laut, maupun darat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat logistik di kawasan Timur Indonesia.
“Kita sedang mematangkan posisi Sulawesi Utara sebagai hub logistik internasional di wilayah Timur Indonesia,” jelasnya.
Tak kalah penting, sektor kepemudaan dan olahraga juga mendapat perhatian. Pemerintah mendorong lahirnya generasi muda yang kompetitif melalui pembangunan dan revitalisasi sarana olahraga. Di antaranya adalah kolam renang Ranowangun dan arena pacuan kuda di Minahasa yang diarahkan sebagai ikon sport tourism.
Selain itu, kebangkitan klub sepak bola PERSMA 1960 menjadi simbol semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan olahraga daerah sekaligus membangun identitas kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, capaian pada sektor non pelayanan dasar ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi dan sosial daerah. Dengan fokus pada ketahanan pangan, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta pengembangan konektivitas dan olahraga, Sulawesi Utara diharapkan mampu bersaing dan berkembang lebih pesat di masa mendatang.(gel)
Editor : Angel Rumeen