Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut Masifkan Genting, Dipantau Langsung Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti
Reza Abdilah• Kamis, 30 April 2026 | 21:43 WIB
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti bersama Kepala Perwakilan dr Jeanny Yola Winokan saat melaksanakan program Genting
MANADOPOST.ID- Penurunan prevalensi stunting masih jadi prioritas di Sulawesi Utara. Pemerintah terus menunjukkan komitmen nyata melalui kolaborasi lintas sektor. Tergambar dalam kegiatan Aksi Mapalus Cegah Stunting yang digelar di Kelurahan Paniki Dua, Kota Manado.
Dibalut penyerahan langsung bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti, yang didampingi oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut dr Jeanny Yola Winokan bersama Kepala Disdukcapil-KB Provinsi Christodharma Sondakh.
Hal ini pun menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Halnya disampaikan Nopian Andusti.
Menurutnya program Genting merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kita optimis dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat dan berkualitas," tegasnya.
Lanjutnya menegaskan bahwa Genting tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada edukasi dan pendampingan keluarga. "Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat dan optimal," katanya.
Diketahui bantuan Genting yang diserahkan ini, menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam mendukung percepatan penanganan stunting, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.
Pasalnya program ini merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat, organisasi dan pemangku kepentingan, yang dikemas dalam semangat Aksi Mapalus sebagai kontribusi dari Gubernur Sulawesi Utara.
Bahkan intervensi ini, selain berfokus pada pemberian bantuan materi, tetapi juga mencakup pendampingan berkelanjutan kepada keluarga. Pendekatan ini menitikberatkan pada edukasi gizi, pola asuh serta penguatan peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.(*)