Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Lewat Seminar Dies Natalis ke-90, STIKES Gunung Maria Tomohon Ajak Masyarakat Lebih Peduli Stroke

Julius Laatung • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB
Peserta dan narasumber Seminar Keperawatan bertema penanganan dan rehabilitasi stroke dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-90 Pendidikan Kesehatan Gunung Maria Tomohon. Dok istimewa
Peserta dan narasumber Seminar Keperawatan bertema penanganan dan rehabilitasi stroke dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-90 Pendidikan Kesehatan Gunung Maria Tomohon. Dok istimewa

 

MANADOPOST.ID – STIKES Gunung Maria Tomohon menggelar Seminar Keperawatan bertema penanganan dan rehabilitasi stroke dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-90 Pendidikan Kesehatan Gunung Maria Tomohon. Kegiatan yang berlangsung di aula kampus tersebut diikuti mahasiswa keperawatan, tenaga kesehatan, alumni, hingga masyarakat umum, Jumat (8/5/2026).

Ketua STIKES Gunung Maria Tomohon, Henny Pongantung, menegaskan bahwa seminar ini memiliki urgensi tinggi mengingat Sulawesi Utara termasuk daerah dengan angka kasus stroke yang cukup tinggi di Indonesia. Menurutnya, stroke merupakan penyakit tidak menular yang berdampak besar terhadap angka kematian dan kecacatan, sehingga memengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa faktor risiko utama stroke antara lain hipertensi dan diabetes melitus. Berdasarkan data kesehatan Indonesia tahun 2023, stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Sulawesi Utara. Karena itu, diperlukan perhatian serius dari seluruh pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun tenaga kesehatan.

“Melalui seminar ini kami ingin memberikan pemahaman tentang pencegahan stroke serta bagaimana perawatan pasien saat kembali ke rumah. Perawat harus mampu mendampingi pasien dan keluarga selama proses pemulihan,” ujar Henny.

Ia juga menekankan pentingnya peran perawat dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, mengingat proses pemulihan stroke membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi, kesabaran, dan pengetahuan yang memadai menjadi hal penting bagi tenaga kesehatan.

Selain itu, Henny mengingatkan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah utama pencegahan stroke, termasuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta memperhatikan asupan nutrisi. Ia juga berharap pemerintah dapat memperkuat kebijakan kesehatan guna menekan angka kasus stroke di daerah.

Sementara itu, penanggung jawab seminar Steven Siama menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kampus yang sejalan dengan visi dan misi STIKES dalam meningkatkan kepedulian terhadap penanganan stroke di masyarakat.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Albertus T. Lapian dan J. F. Lisa Kapel yang membahas penanganan medis serta rehabilitasi pasien stroke secara komprehensif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-90 yang sebelumnya diawali dengan kegiatan jalan sehat dan akan dilanjutkan dengan bakti sosial.

Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penanganan dini stroke serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat tersebut. (yol)

Editor : Julius Laatung
#STIKES Gunung Maria Tomohon #Penyakit tidak menular #stroke #seminar