
MANADOPOST.ID— Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah kerja BRI Region 16 Manado terus bertumbuh di tengah tantangan pembiayaan UMKM yang masih cukup kompleks.
Hingga April 2026, penyaluran KUR BRI Region 16 Manado mencapai Rp1,501 triliun kepada 30.803 debitur.
Realisasi terbesar masih berasal dari segmen KUR Mikro dengan plafon sampai Rp100 juta yang mencapai Rp1,247 triliun untuk 29.978 debitur. Sedangkan KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta tercatat sebesar Rp254,36 miliar kepada 825 debitur.
Regional Micro Banking Head BRI Region 16 Manado Rizky Andhika mengatakan, penyaluran KUR masih menjadi salah satu instrumen utama BRI untuk menjaga akses permodalan pelaku UMKM tetap terbuka, terutama bagi usaha-usaha yang sebelumnya sulit menjangkau pembiayaan formal.
Menurutnya, keberadaan jaringan layanan BRI hingga ke desa dan wilayah kepulauan membuat akses pembiayaan menjadi lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Pembiayaan KUR ini memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan murah bagi UMKM. Dengan jaringan kerja BRI yang tersebar hingga pelosok desa dan kepulauan, masyarakat memiliki alternatif pembiayaan formal yang lebih mudah diakses,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan, penyaluran kredit di Region 16 Manado masih didominasi sektor-sektor yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Mulai dari perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan hingga penyediaan akomodasi dan makanan minuman.
Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM di kawasan timur Indonesia juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak kecil. Salah satu yang menjadi perhatian yakni tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) di Region 16 Manado yang sudah berada di atas 100 persen.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




