MANADOPOST.ID – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara masa bakti 2026–2031 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (12/5/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua PWI Sulut terpilih Sintya Bojoh yang hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Mercys Loho, Yongky Sumual, Fanny Loupatty, Christian Tangkere, Deibby Malongkade, Jesica Kalangi, serta sejumlah anggota lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus PWI Sulut sekaligus memberikan harapan agar kepengurusan baru mampu memperkuat profesionalisme pers di daerah.
Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang benar, edukatif, dan mampu membangun optimisme di tengah masyarakat.
“Pers menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah, mengawal pembangunan, serta menangkal penyebaran hoaks,” ujar Gubernur YSK sapaan akrabnya.
Ia juga berharap PWI Sulut periode 2026–2031 dapat semakin solid dalam membangun organisasi serta melahirkan insan pers yang profesional, independen, dan berintegritas. Menurutnya, organisasi wartawan harus mampu menjaga marwah profesi sekaligus mempererat kebersamaan antarjurnalis.
Sementara itu, Sintya Bojoh menegaskan komitmennya untuk membawa PWI Sulut menjadi organisasi yang lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik di era digital. Ia menyatakan kesiapan PWI untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan di Sulawesi Utara.
“Kami ingin PWI menjadi rumah besar bagi wartawan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan etika jurnalistik,” katanya.
Audiensi ini juga menjadi bagian dari persiapan pelantikan pengurus PWI Sulut yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan insan pers di daerah.(yol)
Editor : Julius Laatung