Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dua Warga Tiongkok Kembali Terpantau di Tambang Bowone Sangihe, Imigrasi Tahuna: Tidak Ada Temuan WNA

Tanya Rompas • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:22 WIB
Tangkapan layar video yang memperlihatkan aktivitas diduga dua orang WN Tiongkok di lokasi tambang emas Sangihe, Selasa (12/5).
Tangkapan layar video yang memperlihatkan aktivitas diduga dua orang WN Tiongkok di lokasi tambang emas Sangihe, Selasa (12/5).

MANADOPOST.ID — Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dilaporkan masih beraktivitas di wilayah pertambangan di Desa Bowone, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (12/5).

Aktivitas keduanya di lokasi tambang terekam dalam video yang diterima redaksi Manado Post. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua warga asal Negeri Tirai Bambu tersebut diketahui bernama Luo Jian dan Luo Weiguo.

Kemunculan kedua WNA itu kembali memicu perhatian publik. Pasalnya, sebelumnya pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna mengaku tidak menemukan adanya WNA yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pertambangan Bowone.

Melalui siaran pers bernomor WIM.25.IMI.3-PR.040-0518 tertanggal 6 Mei 2026, pihak Imigrasi Tahuna menegaskan bahwa hasil pengawasan intensif di lapangan tidak menemukan adanya WNA yang tinggal maupun melakukan aktivitas di lokasi tambang tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna disebut langsung menginstruksikan jajaran Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian untuk melakukan verifikasi faktual menyusul beredarnya pemberitaan terkait dugaan aktivitas WNA Tiongkok di area pertambangan rakyat Desa Bowone.

“Tim intelijen dan penindakan telah melaksanakan Operasi Pengawasan Keimigrasian Mandiri di lokasi yang dimaksud,” demikian isi siaran pers tersebut.

Dalam operasi itu, petugas melakukan pemantauan menyeluruh dan pemeriksaan dokumen di area pertambangan guna mendeteksi keberadaan orang asing.

“Hasil pengawasan intensif yang dilakukan secara langsung, tim tidak menemukan adanya warga negara asing yang tinggal maupun melakukan aktivitas di wilayah Tambang Bowone, sehingga dugaan yang berkembang dalam pemberitaan tersebut tidak terbukti di lapangan,” tulis Imigrasi Tahuna.

Imigrasi juga menyebut temuan tersebut diperkuat dokumen resmi dari pihak pengelola area pertambangan, yakni Koperasi Produsen Pertambangan Mahamu Hebat Sejahtera Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam surat pernyataan resmi yang dikutip dalam siaran pers, pengelola tambang menegaskan bahwa selama periode Maret hingga April 2026 tidak terdapat tenaga kerja asing maupun tamu mancanegara yang melakukan aktivitas di wilayah Tambang Mas Bowone.

“Sinkronisasi antara hasil pengawasan mandiri oleh petugas imigrasi dengan laporan dari pihak pengelola ini menegaskan bahwa situasi di lokasi tersebut dalam keadaan kondusif dan tertib secara administrasi keimigrasian,” lanjut pernyataan itu.

Namun, munculnya video terbaru yang memperlihatkan dua WNA diduga asal Tiongkok berada di lokasi tambang kembali menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan bagaimana kedua WNA tersebut masih terlihat beraktivitas di area tambang rakyat jika sebelumnya dinyatakan tidak ditemukan keberadaannya.

Isu keberadaan WNA Tiongkok di wilayah tambang Bowone memang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Dugaan keterlibatan pihak asing dalam aktivitas pertambangan rakyat di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus menjadi sorotan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Imigrasi Tahuna maupun aparat penegak hukum terkait video terbaru tersebut.(***)

Editor : Tanya Rompas
#Sangihe #Tiongkok #tambang emas