Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Anak Keluarga Dokter hingga Gubernur Akmil, Mayjen TNI Rano Tilaar Ingat Pesan Prabowo

Priska Watung • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:52 WIB
Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar (kanan)
Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar (kanan)

 

MANADOPOST- Di balik sosok tegas Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh tantangan, pengorbanan, dan tekad kuat untuk mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI.

Lahir dan besar di Kota Manado dari keluarga besar dokter, Rano Tilaar justru memilih jalan hidup yang berbeda. Saat sebagian besar keluarganya berprofesi di dunia kesehatan, ia memutuskan menembus tradisi keluarga dan mengejar impiannya menjadi TNI.

“Tidak ada keluarga saya yang berlatar belakang militer. Saya berasal dari keluarga dokter, tetapi sejak muda saya memiliki tekad kuat untuk menjadi seorang prajurit,” ungkap Mayjen TNI Rano Tilaar dalam wawancara bersama Manado Pos.

Lulusan SMA Katolik Rex Mundi Manado tahun 1989 itu mengaku terobsesi menjadi taruna Akabri. Pada masa itu, masuk akademi militer dianggap sebagai prestasi bergengsi karena proses seleksinya sangat ketat dan kompetitif.

Setelah dinyatakan lulus seleksi daerah, Rano berangkat ke Magelang untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Namun perjalanan di dunia militer tidak berjalan mulus. Sebagai pemuda yang tidak memiliki latar belakang keluarga militer, ia sempat mengalami kesulitan beradaptasi hingga harus mengulang tingkat selama pendidikan taruna.

“Waktu itu saya mengalami homesick dan kesulitan beradaptasi. Tapi saya menganggap itu sebagai bagian dari proses yang harus dijalani,” kenangnya.

Pesan Prabowo yang Tak Pernah Dilupakan

Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1993 dan memilih Korps Infanteri, perjalanan karier Rano semakin menantang. Saat mengikuti pendidikan pasukan khusus di Batujajar, Jawa Barat, ia mendapat perhatian dari sosok yang kini menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto.

Kala itu Prabowo masih berpangkat Kolonel Infanteri dan menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

“Saya masih ingat pesan beliau. Beliau bertanya, ‘Kamu orang Manado?’ Setelah saya jawab iya, beliau mengatakan, ‘Jangan bikin malu orang Manado’,” ujar Rano.

Dari sekitar 150 perwira infanteri lulusan Akmil saat itu, hanya 25 orang yang lolos hingga tahap akhir pendidikan komando. Rano menjadi peserta terakhir yang dinyatakan lulus.

“Nomor 25 itu saya. Saat itu saya merasa mendapat kepercayaan besar dan harus membuktikan kemampuan saya,” katanya.

Mengabdi di Daerah Operasi

Setelah menyandang baret merah Kopassus, Rano langsung diterjunkan ke berbagai daerah operasi. Ia pernah bertugas di Timor Timur, Papua, hingga Aceh saat wilayah tersebut masih berstatus Daerah Darurat Militer.

Kariernya terus berkembang. Setelah hampir dua dekade mengabdi di Kopassus, ia dipercaya menjabat Komandan Kodim 1701 Jayapura, kemudian Kepala Staf Korem di Papua, sebelum bergabung dengan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Dari Solo Hingga Jakarta

Kariernya terus menanjak. Ia kemudian dipercaya menjabat Komandan Korem 074 Warastratama yang membawahi wilayah Solo Raya.

Tak lama kemudian, ia memperoleh promosi menjadi Brigadir Jenderal dan memimpin Korem 052/Wijayakrama yang membawahi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, hingga Kepulauan Seribu.

Menjadi Gubernur Akademi Militer

Setelah memperoleh pangkat Mayor Jenderal dan bertugas sebagai tenaga ahli pengajar bidang strategi di Lemhannas, Rano menerima amanah baru sebagai Gubernur Akademi Militer.

Berdasarkan keputusan pimpinan TNI, ia resmi menjabat Gubernur Akmil pada 12 Agustus 2025. 

Bagi Rano, perjalanan panjang dari seorang pemuda Manado yang berasal dari keluarga dokter hingga menjadi Gubernur Akademi Militer merupakan bukti bahwa cita-cita dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan ketekunan.(pika)

Editor : Priska Watung
#Akademi Militer #prabowo #TNI #Akmil #Manado Post