Prabowo Putin Bertemu di Vladivostok, Amerika Gelar Latihan Militer di Sulut Pintu Gerbang Pasifik

Tommy Waworundeng • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 10:03 WIB
Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok
Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok

 

MANADOPOST.ID- Vladivostok dan Sulawesi Utara menjadi dua titik penting yang menarik perhatian dunia di kawasan Pasifik. 

Ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok,  beberapa hari kemudian Amerika Serikat akan menggelar latihan militer di Sulawesi Utara.

 Rangkaian momentum ini mempertegas posisi strategis Sulut sebagai salah satu pintu gerbang strategis   Indonesia dari dan ke kawasan Pasifik. 

pesawat dari Wing Angkut Udara ke-374 (374th Airlift Wing) USAF
pesawat dari Wing Angkut Udara ke-374 (374th Airlift Wing) USAF

 

Belum lama ini,  Kamis, 3 September 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Timur Jauh  Rusia. 

 Berita yang dilansir Manado Post dari Sekratariat Kabinet, pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dan digelar dalam format working lunch.

 

Dalam pengantarnya, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Presiden Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok. “Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

 

Bersamaan dengan itu, informasi yang diperoleh Manado Post dari situs Kesutaan Besar Amerika Serikat, 1 September Pangkalan bersama Pearl Harbor-Hickam Hawai,  personel dan pesawat dari 374th Airlift Wing Angkatan Udara Amerika Serikat (U.S. Air Force) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) akan berpartisipasi dalam Cope West 2026. Latihan militer bersama tersebut  terkait operasi angkut udara taktis yang akan berlangsung di Pangkalan Udara Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, pada 7–11 September nanti.  

Personel Angkatan Udara Amerika Serikat akan berlatih bersama personel TNI-AU dalam latihan lapangan tersebut. Pesawat C-130 milik kedua negara akan dilibatkan dalam latihan tahun ini.  

Cope West 2026 akan berfokus pada pelatihan operasi udara taktis untuk meningkatkan interoperabilitas dengan aset angkut udara taktis TNI-AU serta mendukung upaya modernisasi TNI. Pasukan AS dan Indonesia akan melaksanakan operasi udara taktis bersama, yang mencakup penerjunan muatan Low-Cost Low-Altitude (LCLA), sistem penerjunan kontainer berkecepatan tinggi dan rendah (High- and Low-Velocity Container Delivery Systems), penerjunan personel dengan teknik terjun bebas militer, serta penerbangan formasi taktis. Para pakar dari kedua negara juga akan berbagi pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang, seperti kesehatan penerbangan, evakuasi medis melalui udara, serta prosedur penanganan keadaan darurat. Selain itu, latihan simulasi di meja (tabletop exercise) akan dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan bersama.  

Pacific Air Forces, melalui koordinasi dengan berbagai komponen, sekutu, dan mitra, menyediakan kemampuan udara, antariksa, dan siber untuk mendukung Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat serta menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.  

Cope West merupakan latihan yang diselenggarakan secara berkala dan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1989. Tahun ini menandai pelaksanaan Cope West untuk ke-13 kalinya di Indonesia. (*)

 

 

 

 

 

Editor : Tommy Waworundeng
Presiden prabowo Rusia vladimir putin Indonesia