Kali ini, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bitung, Benny Lontoh, disorot lantaran tidak menghadiri kegiatan besar keagamaan yang diselenggarakan oleh Komisi Wanita Kaum Ibu (KWKI) Pucuk Pimpinan Gereja KGPM, yakni Ibadah Paskah Tahun 2025, di GOR Duasudara, Manembo-nembo, Bitung, Kamis (1/5/2025).
Pernyataan keras dilontarkan oleh pemerhati KGPM di Kota Bitung, Darma Baginda. Ia mengungkapkan kekecewaan atas ketidakhadiran perwakilan resmi Pemkot Bitung, terutama Asisten III, yang menurut informasi awal akan hadir dan menyampaikan sambutan mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung.
“Saya sangat kecewa. Ini acara besar gereja, dan sudah seharusnya Pemerintah Kota Bitung hadir. Saat saya tanya kepada panitia, mereka bilang undangan sudah diantar langsung ke kantor Wali Kota Bitung.
Bahkan sudah diinformasikan bahwa Pak Asisten III yang akan hadir. Tapi nyatanya, sampai acara selesai, beliau tidak muncul. Pejabat seperti ini harus dievaluasi oleh Pak Wali Kota Bitung,” ungkap Darma dengan nada tinggi.
Meski tanpa kehadiran pihak Pemkot Bitung, acara Ibadah Paskah tetap berlangsung dengan penuh hikmat dan semangat pelayanan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Gembala KGPM, Gembala Fera Lintong MTh.
Sambutan pertama dibawakan oleh Ketua KWKI Pucuk Pimpinan KGPM, Gembala Patricia Ch Batasina Ratu STh MPdK, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam pelayanan gereja.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pucuk Pimpinan KGPM, Gembala Frangki Londa STh MA, yang mengapresiasi semangat dan komitmen wanita kaum ibu dalam merawat semangat Paskah dan melayani di tengah masyarakat.
Acara yang mengangkat tema Damai Yesus Kristus Hadir di Tengah Keluarga ini, dihadiri oleh sekitar tiga ribu jemaat wanita dari berbagai sidang KGPM se-Sulawesi Utara.
Tak hanya sebagai perayaan Paskah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Syukur Hari Wanita KGPM yang jatuh pada 25 Mei 2025 mendatang.
Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Pnt Hortin Tulus Batasina dan berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Nuansa spiritual dan kekeluargaan tampak kental di antara para peserta ibadah yang memadati GOR Duasudara.
Meski semangat ibadah tidak luntur, ketidakhadiran perwakilan Pemkot Bitung dalam acara keagamaan sebesar ini menjadi catatan kritis dari masyarakat, khususnya umat KGPM.
Sebagian peserta berharap adanya perhatian lebih serius dari pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan rohani sebagai bagian dari kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kota Bitung.
Asisten III Setda Kota Bitung, Benny Lontoh belum terkonfirmasi terkait ketidakhadirannya dalam kegiatan tersebut.(fys)
Editor : Franky Sumaraw