Melalui nota kesepahaman (MoU) yang diteken kedua belah pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara drastis, khususnya dari sektor pajak daerah.
Data resmi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa pada triwulan I tahun 2024, pendapatan pajak daerah mencapai Rp 12.240.861.837.
Namun setelah MoU diberlakukan dan diikuti oleh penguatan pengawasan, capaian PAD triwulan I tahun 2025 melonjak menjadi Rp 21.989.489.372 atau meningkat sekitar Rp 8 miliar dari tahun sebelumnya.
Kepala Bapenda Bitung, Theo Rorong SE menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari kerja sama strategis dengan Kejari Bitung, khususnya melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“MoU ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata untuk mendongkrak kepatuhan para wajib pajak. Pendekatan hukum terbukti efektif,” ujar Theo, Jumat (16//5/2025).
Sementara itu, Kasi Datun Kejari Bitung, Natalia Rungkat SH, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan hukum kepada Pemkot Bitung untuk memaksimalkan potensi PAD.
“Kami akan panggil dan periksa para wajib pajak daerah, terutama perusahaan-perusahaan besar yang belum memenuhi kewajiban pajak air tanah,” ucapnya.
Ia menambahkan, sektor pajak air tanah saat ini menjadi fokus pemantauan bersama karena banyak ditemukan perusahaan yang belum patuh dalam pelaporannya.
Dengan intervensi Kejaksaan, diharapkan bisa mendorong kesadaran hukum dan kepatuhan pajak lebih merata.
Total keseluruhan PAD Kota Bitung dari sektor pajak daerah, retribusi, deviden, dan sumber lainnya pada triwulan I tahun 2025 mencapai Rp 28.177.605.079.
Capaian ini dinilai sebagai fondasi awal yang sangat baik untuk mengejar target PAD sepanjang tahun berjalan.
Theo Rorong juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini harus dijaga dengan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya antara Bapenda dan Kejari, tetapi juga melibatkan peran aktif pelaku usaha dan masyarakat.
“Pajak yang dibayar masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan. Kepatuhan pajak adalah bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bitung,” tandasnya.
Dengan tren kenaikan ini, Bapenda optimis mampu melampaui target PAD yang telah ditetapkan tahun ini.
Kerja sama hukum dengan Kejari Bitung menjadi contoh konkret sinergi antar lembaga dalam mendorong kemandirian fiskal daerah dan memperkuat fondasi ekonomi lokal.(fys)
Editor : Franky Sumaraw