Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang keanekaragaman hayati yang meliputi riset, pelestarian, dan pemanfaatan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan di Kota Bitung.
Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan bahwa Bitung, sebagai kota pelabuhan sekaligus pusat industri perikanan, memiliki kekayaan alam yang besar dan perlu dikelola dengan strategi yang tepat.
Kehadiran Cirad, menurutnya, membuka peluang kolaborasi yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi juga berdampak luas bagi riset global.
“Pemkot Bitung menyambut baik inisiatif ini. Kami percaya kolaborasi dengan lembaga internasional seperti Cirad akan memperkuat upaya pelestarian sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujar Hengky Honandar (HH).
Cirad sendiri dikenal sebagai lembaga penelitian yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pertanian, ekologi, dan pengelolaan sumber daya hayati.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak membicarakan peluang implementasi program bersama, termasuk riset biodiversitas laut dan darat yang menjadi keunggulan Kota Bitung.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Bitung untuk menghadirkan pembangunan yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi internasional, Bitung semakin mempertegas posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan kerja sama global.(fys)
Editor : Franky Sumaraw