Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar berasal dari sektor pajak daerah.
“Realisasi pajak daerah hingga September sudah mencapai Rp 65 miliar dari target Rp 94 miliar atau sekitar 69 persen,” jelasnya, Kamis (2/10/2025),
Jika dibandingkan tahun lalu, capaian kali ini tergolong menggembirakan.
Sepanjang Januari–Desember 2024, total PAD hanya terkumpul Rp 73 miliar dari target Rp 111 miliar.
Begitu juga dengan pajak daerah yang realisasinya hanya Rp 61 miliar dari target Rp 81 miliar.
“Artinya, capaian PAD hingga September 2025 sudah melampaui total PAD tahun lalu,” tambah Theo.
Meski demikian, sektor retribusi daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar di triwulan empat ini.
Dari target Rp 15,9 miliar, realisasi retribusi baru mencapai Rp 3 miliar atau sekitar 18 persen.
Beberapa retribusi yang perlu digenjot antara lain retribusi parkir, retribusi sampah, serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Untuk retribusi memang tantangan tersendiri. Perlu strategi intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat agar kewajiban retribusi bisa lebih optimal,” ungkapnya.
Pemkot Bitung melalui Bapenda terus berupaya menggenjot pendapatan daerah dengan berbagai langkah.
Mulai dari inovasi digitalisasi pembayaran, peningkatan koordinasi lintas instansi, hingga pengawasan lapangan.
“Target PAD Rp 120 miliar tetap realistis untuk dicapai dengan kerja keras bersama. Kami optimis bisa mendekati bahkan melampaui target tersebut.
Tentu dengan dukungan dari seluruh stakeholder dan kesadaran wajib pajak serta masyarakat,” tutupnya.
Dengan capaian ini, Kota Bitung menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi sumber pendapatan asli daerah.(fys)
Editor : Franky Sumaraw