Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Festival Pesona Selat Lembeh 2025: Laut, Budaya dan Ekonomi Kreatif Bersatu dalam Semangat Harmony in Diversity

Franky Sumaraw • Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:13 WIB

Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Ketua Umum Panitia FPSL 2025 Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D saat mengguting pita tanda dibukanya rangkaian kegiatan.(Dok Istimewa)
Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Ketua Umum Panitia FPSL 2025 Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D saat mengguting pita tanda dibukanya rangkaian kegiatan.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung resmi membuka Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025, salah satu dari 110 event unggulan Kharisma Event Nusantara (KEN), yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Festival tahunan kebanggaan warga Bitung ini digelar pada 8–12 Oktober 2025 di kawasan Satrol Kodaeral VIII Bitung, mengusung tema "Harmony in Diversity”— merefleksikan semangat kebersamaan dan keindahan dalam keberagaman masyarakat pesisir Bitung.

Rangkaian kegiatan FPSL 2025 resmi dimulai dengan suasana sederhana namun sarat makna, Rabu (8/10/2025).

Acara diawali dengan doa bersama dan pengguntingan pita di pintu masuk utama area festival oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, didampingi Ketua TP-PKK Ellen Honandar Sondakh SE, serta Ketua Umum Panitia FPSL 2025 Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D SE MTr Hanla CRMP.

Momen simbolis tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan selama lima hari penuh.

Usai pembukaan, pengunjung disambut dengan atraksi Tarian Barongsai yang energik dan Tarian Salo dari Kepulauan Sangihe, menggambarkan harmoni budaya pesisir yang menjadi kekuatan Bitung.

Acara pembukaan juga menjadi Kick Off Expo Ekraf dan UMKM FPSL 2025, wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat dan wisatawan.

Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, antara lain mural wall competition, mural boat competition, gerakan wisata bersih Indonesia (tanam mangrove, tanam karang, reef monitoring, lomba tangkap bebek),

atraksi budaya, pasar murah, donor darah, layanan pelaku usaha dan pedagang, pemeriksaan kesehatan, mata, dan kontrasepsi gratis, cutting tuna, sailing pass, lomba kuliner nusantara “Bitung Sejuta Rasa”, dan young talent show.

Sebagai signature event FPSL, sailing pass kembali menjadi pusat perhatian. Sebanyak 20 perahu taksi laut yang biasa beroperasi di Selat Lembeh bertransformasi menjadi kanvas terapung penuh warna dengan mural bertema keberagaman.

Pada puncak acara, tiga kapal patroli Satrol Kodaeral VIII memimpin parade laut bersama perahu mural dan puluhan perahu nelayan hias, diiringi musik tradisional dan atraksi budaya yang akan menampilkan pesona laut Bitung yang memukau.

Di area culinary festival, terdapat 30 pelaku UMKM yang menghadirkan kuliner khas Bitung, 19 booth expo industri dan perikanan, serta partisipasi dari PT Pegadaian, Konsulat Jenderal Filipina dan 10 komunitas budaya dan kreatif.

Tiga booth lingkungan juga ikut serta dengan membagikan bibit gratis dan edukasi kebersihan.

Untuk pemerataan ekonomi, panitia menyiapkan zona khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) agar seluruh lapisan masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi dari FPSL.

Hari pertama festival turut diramaikan oleh penampilan musisi dan talenta lokal, menghadirkan suasana hangat khas pesta rakyat pesisir.

Masuknya FPSL dalam daftar KEN 2025 menegaskan kualitas dan konsistensi penyelenggaraannya.

“Melalui Festival Pesona Selat Lembeh 2025, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Kota Bitung adalah wujud nyata dari Harmony in Diversity, keharmonisan dalam keberagaman yang hidup di setiap langkah masyarakatnya.

Mari terus kita jaga semangat ini agar Bitung selalu menjadi kota yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan,” tutur Wali Kota Hengky Honandar.

FPSL bukan sekadar pesta budaya dan laut, melainkan simbol persatuan dan kreativitas masyarakat yang terus mengalir dari Selat Lembeh, menghidupkan Bitung sebagai kota bahari yang kreatif dan berdaya saing.(fys) 

 

Editor : Franky Sumaraw
#republik indonesia #laut #KEN #Harmony In Diversity #Kharisma Event Nusantara #Wali Kota Bitung #Budaya #Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif #Festival Pesona Selat Lembeh #Hengky Honandar #2025 #SATROL