Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SIM SALABIM! Antrean Solar di Lima SPBU Kota Bitung Sepi, Kado Manis di Momentum HUT ke-35

Franky Sumaraw • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:48 WIB

Nampak antrean solar di SPBU Kadoosan lengang. Hanya tiga kendaraan yang terpantau melakukan pengisian BBM.(Franky Sumaraw/MP)
Nampak antrean solar di SPBU Kadoosan lengang. Hanya tiga kendaraan yang terpantau melakukan pengisian BBM.(Franky Sumaraw/MP)
MANADOPOST.ID–Pemandangan baru tampak di lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bitung, Jumat (10/10/2025).

Antrean kendaraan bermesin diesel yang biasanya mengular, tiba-tiba sepi.

Fenomena ini terjadi usai ultimatum tegas dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, dan penegasan Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie untuk memberantas praktik penyalahgunaan solar bersubsidi oleh mafia bahan bakar.

Seperti disulap, kondisi SPBU di Bitung berubah drastis.

Di SPBU Tangkoko misalnya, hanya satu truk ekspedisi yang terlihat sedang mengisi solar. “Solar masih ada,” ujar salah satu petugas SPBU kepada Manado Post.

Di SPBU Manembo-nembo, pemandangan lebih mencolok.

Tak ada satu pun kendaraan yang mengantre — kemungkinan stok solar memang sedang habis, namun suasana tetap tertib dan lengang.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Wangurer dan SPBU Madidir, di mana kendaraan bertonase besar maupun bermesin diesel bisa dihitung dengan jari.

Sementara di SPBU Pakadoodan, hanya tiga truk yang terlihat mengantre secara tertib.

Sumber lapangan menyebut, saat ini para tukang tab solar yang selama ini beroperasi di sejumlah titik diduga memilih tiarap.

Langkah itu menyusul penegasan aparat dan ancaman tindakan hukum terhadap oknum-oknum yang menimbun BBM bersubsidi untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Masyarakat Bitung pun menyambut positif kondisi ini. Mereka menilai, penegasan Gubernur dan Kapolda berhasil mengembalikan fungsi subsidi kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau antrean sepi, lalu lintas di sekitar area SPBU jadi lancar dan nyaman,” kata Jon D, salah satu warga Bitung.

Menurut warga lainnya, kondisi ini sudah lama diharapkan. Selama ini, antrean panjang solar sering menimbulkan kemacetan, bahkan mengganggu akses transportasi warga sekitar.

“Kami berharap kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan. Solar subsidi harus dinikmati masyarakat, bukan para penimbun,” ujarnya.

Fenomena lengangnya antrean solar ini juga menjadi kado manis di momentum HUT ke-35 Kota Bitung.

Pemerintah bersama aparat kepolisian berhasil menunjukkan langkah nyata dalam menegakkan aturan, menutup ruang bagi mafia solar, serta memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.

Dengan adanya tindakan tegas dan pengawasan ketat di lapangan, warga optimis stabilitas pasokan dan distribusi BBM akan lebih terjaga.

Upaya pemerintah provinsi dan kepolisian ini juga diharapkan menjadi momentum awal membangun sistem pengawasan energi yang lebih bersih dan transparan di Sulawesi Utara.(fys) 

Editor : Franky Sumaraw
#Yulius Selvanus #SPBU #mafia solar #momentum #BBM Bersubsidi #Roycke Langie #Kota Bitung #Kapolda Sulut #tiarap #hut #Gubernur Sulut