Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 11.30 WITA tersebut, mengakibatkan satu orang pengemudi truk meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian.
Sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka serius dan dievakuasi ke RSUD Manembo-nembo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Lukman (29), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Kepulauan Talaud.
Korban selamat bernama Ferdy Mohamad (21), warga Kota Bitung, yang mengalami patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka di bagian tubuh lainnya.
Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Dwi Dea Anggraini STrK SIK MH, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP awal serta keterangan dari korban selamat, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh gangguan pada sistem pengereman kendaraan.
“Dari keterangan korban selamat dan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kendaraan truk bermuatan pasir tersebut diduga mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun dan tikungan tajam.
Kondisi itu membuat kendaraan tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya terjun ke jurang,” jelas AKP Dwi Dea Anggraini.
Sementara itu, sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa warga sekitar bergerak cepat memberikan pertolongan.
Andi Abubakar (60) dan Diana Lamaani (33) bersama masyarakat setempat berupaya mengevakuasi korban yang masih hidup dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Sekitar pukul 12.00 WITA, personel SPKT dan Intel Polsek Matuari tiba di lokasi untuk mengamankan TKP, mengumpulkan bahan keterangan awal, serta membantu proses evakuasi.
Unit Laka Satlantas Polres Bitung kemudian melanjutkan olah TKP secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut.
Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut membantu proses evakuasi korban di lapangan.
“Polres Bitung turut berduka cita atas meninggalnya korban. Kehadiran personel Polres Bitung di lokasi merupakan bentuk respons cepat Polri dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, sekaligus memastikan evakuasi dan olah TKP berjalan aman dan tertib,” ujar AKP Abdul Natip Anggai.
Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan bermuatan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum beroperasi.
“Keselamatan adalah yang utama. Pastikan sistem pengereman dan kondisi kendaraan benar-benar baik, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan seperti di wilayah Tendeki ini,” tegasnya.
Diketahui, lokasi kejadian memang kerap disebut sebagai jalur rawan kecelakaan karena kontur jalan yang menurun, menikung tajam, serta keterbatasan rambu peringatan.
Satlantas Polres Bitung terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.(fys)
Editor : Franky Sumaraw