Pasalnya, uang penghargaan bagi para atlet yang berprestasi akan segera cair Februari 2026 ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bitung, Anita Lomban, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Dispora masih merampungkan seluruh tahapan administrasi sebagai syarat utama pencairan bonus.
Proses tersebut mencakup verifikasi dokumen serta kelengkapan nomor rekening para atlet, pelatih, dan ofisial penerima bonus.
“Saat ini kami masih dalam proses kelengkapan administrasi, termasuk nomor rekening para atlet dan ofisial.
Jika seluruh dokumen sudah lengkap, penyaluran bonus akan segera dilakukan. Kami pastikan bulan Februari ini sudah bisa disalurkan,” ujar Anita Lomban, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pembayaran bonus atlet Porprov Sulut 2025 merupakan bentuk komitmen nyata dari pemerintahan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, HH-RM, dalam menghargai prestasi dan dedikasi insan olahraga Kota Bitung.
Menurutnya, bonus ini tidak hanya ditujukan kepada atlet, tetapi juga kepada pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras mendampingi para atlet selama proses pembinaan hingga pertandingan.
Berdasarkan data daftar usulan besaran pemberian bonus peraih medali Porprov XII Sulut Tahun 2025, Pemkot Bitung mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 1.235.000.000.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu, baik kategori perorangan maupun beregu, termasuk pelatih dan ofisial.
Untuk kategori perorangan, atlet peraih medali emas tercatat sebanyak 23 orang, masing-masing menerima bonus Rp 10 juta dengan total anggaran Rp230 juta.
Medali perak perorangan diraih oleh 41 atlet dengan bonus Rp 5 juta per orang atau total Rp 205 juta.
Sementara itu, 51 atlet peraih medali perunggu perorangan memperoleh bonus Rp 3 juta per orang dengan total Rp 153 juta.
Selain kategori perorangan, bonus juga diberikan kepada atlet beregu dengan besaran yang disesuaikan dengan jumlah anggota tim.
Untuk medali emas beregu, bonus yang disiapkan berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 22 juta per tim.
Medali perak beregu memperoleh bonus antara Rp 8 juta hingga Rp 11 juta, sedangkan medali perunggu beregu mendapatkan bonus antara Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per tim.
Perhatian Pemkot Bitung tidak berhenti pada atlet saja. Pelatih dan ofisial juga mendapatkan apresiasi melalui pemberian bonus.
Untuk pelatih dan ofisial peraih medali emas, bonus yang diberikan sebesar Rp 4 juta per orang dengan total anggaran Rp 240 juta.
Sementara pelatih dan ofisial peraih medali perak menerima Rp 3 juta per orang, dan peraih medali perunggu memperoleh Rp 2 juta per orang.
Anita Lomban menambahkan, pemberian bonus ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet dan seluruh insan olahraga di Kota Bitung untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Pemkot Bitung, kata dia, berkomitmen menjadikan olahraga sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Ini adalah bentuk penghargaan dan komitmen Pemkot Bitung terhadap mereka yang telah berjuang membawa nama Bitung.
Harapannya, prestasi olahraga Bitung ke depan akan semakin meningkat,” tutup Anita Lomban.
Dengan kepastian pencairan pada Februari 2026, para atlet, pelatih, dan ofisial kini tinggal menunggu rampungnya proses administrasi agar bonus dapat segera diterima sesuai hak masing-masing.(fys)
Editor : Franky Sumaraw