MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mematangkan arah pembangunan kependudukan jangka panjang.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2025–2045 Tahap III, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Kota Bitung, Sifri Mandak, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya perencanaan kependudukan yang matang, terencana, dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa penduduk memiliki peran strategis sebagai subjek sekaligus objek pembangunan.
“Perencanaan kependudukan yang baik menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Bitung sebagai pintu gerbang Pasifik dan kawasan ekonomi strategis di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan dokumen GDPK tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif.
Lebih dari itu, dokumen ini menjadi kompas strategis dalam menjawab berbagai tantangan kependudukan selama dua dekade ke depan.
Dalam forum tersebut, Sifri Mandak menjelaskan lima pilar utama yang menjadi fokus pembangunan kependudukan, yakni pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, penataan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga, serta penguatan data dan informasi kependudukan yang akurat.
“Kelima pilar ini harus berjalan seimbang agar pembangunan kependudukan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, hingga mitra pembangunan.
Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada penguatan data sektoral sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan kependudukan ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Tim Penggerak PKK Kota Bitung turut ambil bagian sebagai mitra strategis pemerintah.
Kehadiran PKK dinilai penting, terutama dalam mendukung program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Perwakilan TP-PKK Kota Bitung, Herlia Tumengkol Kaunang, menyampaikan bahwa PKK siap bersinergi dalam mengimplementasikan program-program kependudukan melalui 10 Program Pokok PKK.
“Kami berkomitmen mendukung pemerintah, khususnya dalam peningkatan kualitas keluarga, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga merupakan unit terkecil dalam struktur masyarakat yang memiliki peran besar dalam menentukan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, keterlibatan PKK menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan kependudukan.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.
Dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi panduan komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Pemkot Bitung optimis, dengan perencanaan yang matang dan berbasis data, berbagai tantangan kependudukan ke depan dapat diantisipasi dengan baik.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi mitra menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(fys)
Editor : Franky Sumaraw