
MANADOPOST.ID— Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran BBM jenis Biosolar di Kota Manado tetap terkendali meski terjadi antrean di sejumlah SPBU sejak penyesuaian harga BBM non subsidi pada April lalu.
Berdasarkan monitoring lapangan, antrean meningkat seiring naiknya konsumsi Biosolar. Hal ini dipicu bertambahnya kendaraan yang beralih ke BBM subsidi serta melonjaknya pengajuan QR Code Subsidi Tepat di Sulawesi Utara.
Dari hasil pemantauan transaksi dan pengecekan langsung, pengisian Biosolar kepada konsumen tetap dilakukan sesuai ketentuan BPH Migas, termasuk pembatasan volume harian berdasarkan kapasitas tangki kendaraan.
Untuk menjaga ketertiban, Pertamina menggandeng aparat penegak hukum memperkuat pengawasan dan penertiban di SPBU dengan antrean tinggi.
Langkah ini untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan berjalan tertib. Pertamina juga mengoptimalkan sistem digital Subsidi Tepat serta evaluasi transaksi di SPBU guna meminimalkan potensi penyalahgunaan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan stok BBM di Sulawesi Utara, khususnya Manado, dalam kondisi aman dan dipantau berkala.
“Pertamina terus melakukan monitoring distribusi dan konsumsi Biosolar di SPBU, termasuk memperkuat koordinasi dengan aparat terkait agar penyaluran berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan,” ujar Lilik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




