Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob Dampak Fenomena Super New Moon, Pesisir Bitung Waspada 14–17 Juli 2026

Franky Sumaraw • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:51 WIB
Ilustrasi banjir rob.(Dok Istimewa)
Ilustrasi banjir rob.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Masyarakat pesisir Kota Bitung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir pesisir atau banjir rob, yang diperkirakan terjadi pada 14 hingga 17 Juli 2026.

Peringatan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seiring adanya fenomena Super New Moon, yang bertepatan dengan fase bulan baru dan posisi bulan berada lebih dekat dengan bumi atau dikenal sebagai fase Perigee.

Ketua Tim Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, menjelaskan bahwa fenomena astronomi tersebut dapat memengaruhi kondisi pasang surut air laut, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum.

Menurut Ricky, berdasarkan hasil pemantauan data muka air laut serta prediksi pasang surut, sejumlah wilayah pesisir Indonesia masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami banjir rob.

Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki sejumlah kawasan pesisir yang rentan terhadap kenaikan muka air laut.

“Fenomena Super New Moon pada 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum.

Kondisi ini perlu diwaspadai terutama di wilayah pesisir yang memiliki kerentanan terhadap genangan akibat banjir rob,” ujar Ricky Daniel Aror, Minggu (12/7/2026).

Untuk wilayah Sulut, BMKG memprediksi potensi banjir rob terjadi di beberapa daerah dengan waktu yang berbeda.

Kepulauan Sangihe diperkirakan mengalami potensi rob pada 13–18 Juli 2026. Sementara Bolaang Mongondow Utara diprediksi pada 14–18 Juli 2026.

Adapun wilayah lainnya seperti Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado, Kepulauan Sitaro, Bitung, Kema, Minahasa Utara, serta Kepulauan Talaud diperkirakan berpotensi mengalami banjir pesisir pada periode 14–17 Juli 2026.

Sedangkan Minahasa Tenggara diperkirakan memiliki potensi rob pada 14–16 Juli 2026.

Ricky menyebut masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim, terutama bagi warga yang berada di sekitar pelabuhan, kawasan permukiman pantai, serta sektor perikanan dan tambak.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir.

Pantau terus informasi terbaru dari BMKG agar dapat menentukan langkah yang tepat dalam beraktivitas,” jelasnya.

Potensi banjir rob, menurut BMKG, dapat menyebabkan genangan sementara di wilayah rendah dekat pantai.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kegiatan ekonomi pesisir seperti transportasi laut, aktivitas nelayan, serta operasional kawasan pelabuhan.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi laut dan atmosfer untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Warga Kota Bitung dan wilayah pesisir Sulut diharapkan tidak panik, namun tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengamankan barang penting, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang apabila terjadi peningkatan dampak pasang laut tinggi selama periode 14–17 Juli 2026.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#Fenomena Super New Moon #Banjir Rob #Kota Bitung #BMKG #waspada