Ini Sosok Anggota Polri yang Ikhlaskan Tanah 1.700 Meter Persegi untuk Pekuburan Umum

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:03 WIB
Kasi Hukum Polres Bitung IPTU Iskandar Abdul
Kasi Hukum Polres Bitung IPTU Iskandar Abdul

MANADOPOST.ID–Kepedulian kepada sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan gemerlap.

Terkadang, kebaikan justru lahir dari sebuah keikhlasan untuk memberikan apa yang dimiliki agar dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

Kisah tersebut datang dari sosok anggota Polri, IPTU Iskandar Abdul, yang saat ini menjabat sebagai Kasi Hukum Polres Bitung.

Ia mengikhlaskan sebidang tanah miliknya seluas kurang lebih 1.700 meter persegi untuk dijadikan tanah pekuburan umum bagi masyarakat.

Tanah yang berada di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung tersebut, kini dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi pemakaman umum tanpa dipungut biaya.

Hingga saat ini, kurang lebih 50 warga telah dimakamkan di lokasi tersebut. Bahkan, terdapat pula anggota Polri yang telah dimakamkan di tanah pekuburan umum itu.

Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul mendapat apresiasi dari Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH.

Menurut Kapolres, langkah tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian anggota Polri yang tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Iskandar Abdul atas ketulusan dan kepeduliannya kepada masyarakat.

Apa yang beliau lakukan merupakan sebuah tindakan kemanusiaan yang sangat mulia, dan menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga kamtibmas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar AKBP Arie.

Bagi Kapolres, keikhlasan tersebut patut menjadi inspirasi. Sebab, tanah yang diberikan kini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi masyarakat, tanpa membedakan latar belakang, status sosial maupun kemampuan ekonomi.

AKBP Arie berharap semangat kepedulian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri, untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan, dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak cara. Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul mengajarkan kepada kita semua bahwa harta yang paling berharga bukan hanya yang kita miliki dan simpan, tetapi juga apa yang mampu kita ikhlaskan untuk memberikan manfaat kepada sesama,” tambahnya.

Sementara itu, IPTU Iskandar Abdul mengungkapkan bahwa keputusan untuk memberikan tanah tersebut sebagai pekuburan umum, merupakan bentuk keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta dan membutuhkan tempat peristirahatan terakhir yang layak, tenang dan penuh penghormatan.

“Harta paling berharga bukanlah apa yang kita simpan, tetapi apa yang kita ikhlaskan karena Allah SWT semata.

Sebidang tanah yang kami berikan untuk dijadikan pekuburan umum ini semoga dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi siapa pun, tanpa memandang status sosial maupun kemampuan ekonomi,” ungkap IPTU Iskandar Abdul.

Ia berharap keberadaan tanah pekuburan umum tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan lahan pemakaman, terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli tanah pekuburan.

“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan atau bahkan ditolak hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli sepenggal tanah pekuburan, maupun karena tidak tergabung dalam kelompok atau rukun tertentu.

Siapa pun dapat dimakamkan di tempat ini dengan layak, terhormat dan penuh doa,” ungkapnya, Kamis, (3/9/2026).

IPTU Iskandar Abdul juga berharap agar tanah pekuburan tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat agar tetap bersih, teduh dan rindang, sehingga menjadi tempat peristirahatan terakhir yang layak.

“Semoga tempat ini selalu dijaga dan dirawat. Biarlah tempat ini menjadi rumah terakhir yang tenang, teduh dan penuh doa bagi siapa pun yang telah mendahului kita dalam perjalanan menuju Allah SWT,” tuturnya.

Terlepas dari semua itu, IPTU Iskandar Abdul menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bagian dari pengabdian sebagai anggota Polri kepada masyarakat.

Baginya, kehadiran Polri harus benar-benar dapat dirasakan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai anggota Polri, ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat.

Kami ingin menunjukkan bahwa arti Polri untuk masyarakat itu benar-benar ada dan memberikan manfaat yang nyata.

Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Kisah IPTU Iskandar Abdul menyimpan pesan sederhana tetapi kuat. Pengabdian tidak selalu berhenti pada seragam, pangkat maupun jabatan.

Ada pengabdian yang lahir dari keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk kepentingan orang banyak.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
Tanah Pekuburan IPTU Iskandar Abdul Sosok Anggota Polri Polres Bitung