MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terus menggenjot optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga 30 September 2026, realisasi PAD Kota Bitung telah mencapai Rp88,2 miliar lebih, atau 84,82 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp104 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp74,9 miliar lebih.
Kepala Bapenda Kota Bitung Theo Rorong SE, mengatakan, secara keseluruhan tren capaian dari seluruh sektor menunjukkan progres positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bitung atas kesadaran dan kontribusinya dalam membayar pajak dan retribusi daerah. Mari bersama membangun Kota Bitung yang semakin maju," ungkap Theo, Senin (5/10).
Dari total PAD sebesar Rp88,2 miliar tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah.
Realisasi pajak daerah hingga 30 September 2026 mencapai Rp77,3 miliar lebih atau 85,30 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp90,6 miliar lebih.
Capaian pajak daerah ini juga mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka Rp65,7 miliar lebih.
Selanjutnya, sektor retribusi daerah mencatat realisasi sebesar Rp3,5 miliar lebih atau 52 persen dari target 2026 sebesar Rp6,8 miliar lebih.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp3,01 miliar lebih, realisasi retribusi daerah juga mengalami peningkatan.
Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, menunjukkan capaian yang cukup tinggi.
Realisasinya telah mencapai Rp5,2 miliar lebih atau 96,09 persen dari target sebesar Rp5,5 miliar.
Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi pada 30 September 2025 yang tercatat sebesar Rp4,6 miliar lebih.
Capaian paling mencolok terlihat pada komponen lain-lain PAD yang sah.
Sektor tersebut telah merealisasikan Rp2,03 miliar lebih, sementara target yang ditetapkan hanya sebesar Rp1 miliar.
Dengan demikian, realisasinya telah mencapai 203,44 persen atau lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan.
Capaian itu juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,5 miliar lebih.
Dengan target tahunan Rp104 miliar, Bapenda masih memiliki ruang sekitar Rp15,79 miliar, untuk mencapai target PAD 2026.
Data tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD Kota Bitung, dengan kontribusi lebih dari Rp77 miliar atau sekitar 87,66 persen dari total PAD yang telah direalisasikan hingga September.
Di sisi lain, capaian lain-lain PAD yang sah sebesar 203,44 persen, menjadi catatan tersendiri karena telah melampaui target meski tahun anggaran masih berjalan.
Theo menegaskan, peningkatan PAD tidak terlepas dari dukungan dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak maupun retribusi daerah.
"Karena itu, Bapenda terus mendorong optimalisasi seluruh sumber pendapatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah," tambahnya.
Capaian hingga September atau triwulan tiga ini menjadi modal penting bagi Pemkot Bitung untuk mengejar target Rp104 miliar PAD pada 2026.
Dengan masih tersisa tiga bulan dalam tahun anggaran, perhatian selanjutnya tertuju pada kemampuan Bapenda mempertahankan tren positif sekaligus memastikan target PAD 2026 dapat dicapai bahkan berpeluang terlampaui.
PAD naik, penerimaan pajak meningkat, dan seluruh sektor menunjukkan progres positif.
Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa optimalisasi pendapatan daerah Kota Bitung terus bergerak hingga memasuki penghujung 2026.(fys)
Editor : Franky Sumaraw