Dari Markas Kepolisian ke Mimbar Pelayanan, Kisah Kompol Romel Pontoh, Wakapolres Kotamobagu yang Kembali Dipercaya di Pucuk Pimpinan Sinode GMIBM

Jendry Dahar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 22:57 WIB

 

Wakapolres Kotamobagu Romel Pontoh di luar tugas kepolisian, melayani jemaat di GMIBM.
Wakapolres Kotamobagu Romel Pontoh di luar tugas kepolisian, melayani jemaat di GMIBM.

 

 

MANADOPOST.ID—Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya setiap hari, Pnt. Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P. memikul panggilan lain yang tak kalah besar: melayani jemaat.

 

Wakapolres Kotamobagu itu kembali mendapat kepercayaan sebagai anggota Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) untuk periode 2026-2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Periodik GMIBM ke-60 di Wilayah Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow.

 

Bagi Pnt. Romel, kepercayaan itu bukanlah yang pertama. Ia telah empat periode berturut-turut dipercaya menjadi bagian dari BPS GMIBM, dengan total pengabdian sekitar 20 tahun di tingkat sinode.

 

“Ini adalah amanah. Saya mengabdi kepada bangsa melalui institusi Polri, dan mengabdi kepada Tuhan melalui pelayanan di gereja,” ujar Pnt. Kompol Romel.

 

Di lingkungan kepolisian, Romel dikenal sebagai sosok yang aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Kotamobagu. Namun ketika tugas kedinasan selesai, perannya berganti. Ia hadir sebagai penatua yang terlibat dalam pembinaan warga jemaat serta berbagai program pelayanan GMIBM.

 

Tak jarang, waktu pelayanan dan jam dinas berbenturan. Tapi sebagai abdi negara dan pelayanan Tuhan, dia tahu betul skala prioritas.

 

“Beruntung pimpinan Polda Sulut memahami. Sehingga untuk keadaan tertentu selalu mendapatkan izin ketika saya punya agenda pelayanan di gereja, baik di jemaat maupun sinode,” urainya.

 

Dia bahkan telah menjadi pelayanan khusus di Jemaat GMIBM Dayanan Gogagoman sejak 2005 silam. Pnt Romel berkali-kali pindah tugas. Pernah Kasatlantas Minahasa Selatan, sempat Kasatlantas Minahasa Utara, juga Kapolsek Wenang, Polresta Manado. Semua dijalaninya tanpa ada pengeluhan.

 

“Karena bagi saya, pelayanan ini membuat Tuhan juga menganugerahkan jabatan di lingkup kepolisian. Sehingga semua dapat dilaksanakan secara beriringan,” tuturnya.

 

 

Dua dunia yang dijalaninya memang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni melayani sesama.

 

Terpilihnya kembali sebagai anggota BPS GMIBM menjadi cerminan kuatnya kepercayaan jemaat terhadap integritas, komitmen, dan konsistensinya. Dalam kepengurusan sinode, Pnt. Romel dipercaya mewakili jemaat GMIBM yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

 

Badan Pekerja Sinode sendiri merupakan pengurus harian tertinggi di tingkat sinode yang bertugas merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, serta menjalankan berbagai program pelayanan GMIBM di seluruh Bolaang Mongondow Raya.

 

Di mata rekan kerja maupun warga jemaat, Romel dinilai sebagai figur yang mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme sebagai aparat penegak hukum dan kerendahan hati sebagai pelayan gereja.

 

“Pak Romel disiplin saat bertugas, tetapi tetap rendah hati dalam pelayanan. Tidak banyak pejabat yang mampu konsisten hampir 20 tahun melayani di tingkat sinode sambil tetap menjalankan tugas sebagai polisi,” ungkap sejawatnya sesama polisi.

 

Kepercayaan yang kembali diberikan jemaat kepada Pnt. Kompol Romel Pontoh menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi juga dari keteladanan dan pengabdian yang dijalani secara konsisten. Di tengah tanggung jawab sebagai perwira Polri, ia membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan pelayanan kepada Tuhan dapat berjalan beriringan, menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai hukum, kemanusiaan, dan iman. (jen)

Editor : Angel Rumeen
Polres Kotamobagu