Di Tengah Pandemi, Sumpirlo Soga Ubah Pekarangan Warga
Tanya Rompas• Selasa, 19 Mei 2020 | 22:02 WIB
Keluarga Batadi-Pulumuduyo bersama kerabat dan tetangga berkumpul di pekarangan rumah. (Romansyah/MP)BOLSEL- Tradisi malam pasang lampu di penghujung Bulan Suci Ramahan sebagai tanda menjemput malam Lailatul Qadar, kali ini masyarakat di pesisir Selatan Bolmong Raya (BMR) menjemputnya dengan cara berbeda. Pasalnya, di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berbagai kegiatan dibatasi. Alhasil warga harus menjemputnya di rumah masing-masing. Meski diterpa wabah ini, salah satu warga Desa Sondana Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) menyambut antusias dengan menghiasi halaman rumahnya menggunakan lampu botol ditambah lampu hias. Ketika ditemui Manado Post, Djalaludin Batadi mengatakan bahwa malam pasang lampu atau dalam bahasa Bolango (Sumpirlo Soga) sebagai tradisi religius yang biasanya dilombakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab). “Kalau tahun kemarin itu dilombakan, mungkin karena wabah ini perlombaan tidak dilaksanakan," ungkap Batadi. Meski tidak dilombakan, kata dia masyarakat tetap laksanakan Sumpirlo Soga di rumah masing-masing. “Budaya ini memang sudah ada dari zaman dulu, ada juga yang memakai gelas dan ditaruh minyak kelapa serta sumbu. Seiring waktu berjalan banyak yang menambah pernak pernik agar kelihatan indah, sesuai dengan zaman sekarang," ujar pria kelahiran tahun 1965. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil ikan ini, menambahkan dengan menjaga budaya dan kearifan lokal ini, agar tidak terkikis dengan budaya asing. “Semoga dimalam yang lebih baik dari seribu bulan ini, kita sebagai umat senantiasa bermohon ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosa. Dan terpenting wabah ini bisa berakhir," tandasnya. (ctr-03) Editor : Tanya Rompas