MANADOPOST.ID — Kompetisi pendidikan di lingkungan madrasah mulai bergulir di Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten resmi dibuka Bupati Oskar Manoppo di MTsN 3 Boltim, Senin (7/9), dengan pesan agar peserta menjadikan kompetisi sebagai ruang mengembangkan kemampuan, bukan sekadar mengejar hasil.
Dalam sambutannya, Oskar mengatakan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari ketersediaan gedung dan fasilitas. Menurutnya, pendidikan harus mampu membuka ruang bagi anak untuk menemukan potensi, mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman yang berguna bagi masa depan.
“Pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut bagaimana kita memberikan ruang kepada setiap anak untuk mengenali potensinya, mengembangkan kemampuannya dan memperoleh pengalaman yang membentuk kesiapan menghadapi masa depan,” kata Oskar.
Karena itu, ia meminta peserta memanfaatkan OMI sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas wawasan. Persaingan dalam ajang tersebut diharapkan berlangsung dengan menjunjung sportivitas dan sikap saling menghargai.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi para peserta untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, mengasah cara berpikir, serta membangun pengalaman berkompetisi secara sehat dan sportif,” ujarnya.
Oskar juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah, keluarga dan pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan. Ia menyebut keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan kerja sama yang berjalan searah.
“Kerja sama dan komitmen bersama dalam memberikan ruang tumbuh yang baik bagi anak-anak kita harus terus kita perkuat,” tegasnya.
Pembukaan OMI tingkat Kabupaten Boltim tahun ini turut mencatat momentum berbeda. Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama Kabupaten Boltim dan Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang melibatkan satuan pendidikan di daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan OMI, sekaligus menunjukkan adanya ruang sinergi antara pendidikan madrasah dan pendidikan daerah dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun kemampuan berpikir.
Dengan dimulainya OMI tingkat kabupaten, para peserta kini memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif yang diharapkan dapat mendukung perkembangan mereka di jenjang pendidikan berikutnya. (Novianti Kansil)
Editor : Kenjiro Tanos