Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjerit Bisa Redakan Stres? Ini Penjelasan dari Sisi Psikiatri

A
Penulis: ALengkong❯
Ilustrasi orang dengan kondisi milia
Ilustrasi orang dengan kondisi milia

Advertisement

MANADOPOST.ID - Menjerit atau berteriak kerap dilakukan seseorang ketika menghadapi tekanan emosional yang berat. Respons tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pelepasan emosi ketika seseorang merasa marah, frustrasi, atau sangat tertekan.

Dalam kondisi tertentu, meluapkan emosi melalui suara keras dapat memberikan perasaan lega sementara. Respons tersebut berkaitan dengan kebutuhan tubuh dan pikiran untuk melepaskan ketegangan yang muncul ketika menghadapi tekanan.

Stres sendiri merupakan respons tubuh terhadap berbagai tuntutan atau situasi yang dianggap menekan. Ketika stres muncul, seseorang dapat mengalami perubahan secara emosional, fisik, maupun perilaku.

Advertisement

Menjerit dapat menjadi salah satu cara seseorang mengekspresikan emosi yang sulit disampaikan melalui kata-kata. Ekspresi tersebut memungkinkan perasaan yang sedang menumpuk keluar secara langsung.

Namun, rasa lega setelah menjerit tidak selalu berarti sumber stres telah terselesaikan. Seseorang tetap perlu mengenali penyebab tekanan agar masalah yang mendasarinya dapat ditangani dengan tepat.

Cara seseorang meluapkan emosi juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Menjerit di tempat umum atau kepada orang lain berpotensi menimbulkan konflik dan justru menambah tekanan.

Advertisement

Karena itu, apabila seseorang membutuhkan pelepasan emosi, penting memilih cara yang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ruang pribadi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang ingin menenangkan diri.

Selain mengekspresikan emosi, pengelolaan stres dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang. Cara yang dipilih dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.

Mengenali emosi juga menjadi bagian penting dalam mengelola tekanan. Seseorang dapat mencoba memahami apakah dirinya sedang marah, kecewa, takut, lelah, atau mengalami tekanan akibat situasi tertentu.

Ketika penyebab stres sudah dikenali, seseorang dapat menentukan langkah yang lebih sesuai untuk menghadapinya. Penyelesaian masalah secara bertahap dapat membantu mengurangi tekanan yang terus berulang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kesehatan Mental Jadi Perhatian, Edukasi Digelar di Ruang Publik dan Kampus

Kesehatan Mental Jadi Perhatian, Edukasi Digelar di Ruang Publik dan Kampus

Kepedulian terhadap kesehatan mental terus digaungkan Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) di Kota Manado. Memperingati World Suicide Preventi

Hobi Nonton Film Horor Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Hobi Nonton Film Horor Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Hobi menonton film horor dapat memicu rasa takut, kecemasan, dan gangguan tidur pada sebagian orang, terutama yang sensitif emosional

6 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

6 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Simak delapan kebiasaan orang ber-IQ tinggi yang sering disalahpahami masyarakat mulai dari sering melamun hingga lebih menyukai kesendirian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer