Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Didorong Administrasi Pemerintahan, hingga Industri Pengolahan, PE Sulut Melonjak di 6,28 Persen

Ayurahmi Rais • Selasa, 8 Agustus 2023 | 11:23 WIB
Grafis Struktur PDRB dan PE Sulut Triwulan II 2023
Grafis Struktur PDRB dan PE Sulut Triwulan II 2023

MANADOPOST.ID-Triwulan II-2023, Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) tumbuh sebesar 6,28 persen secara year on year (Yoy). Dan 6,15 persen secara Q-to-Q.

pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut ini didorong oleh beberapa lapangan usaha. Diantaranya administrasi pemerintahan,industri pengolahan, hingga jasa pendidikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Asim Saputra menyebutkan, pada triwulan II ini, PE Sulut memang mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Bahkan hampir semua lapangan usaha tumbuh postif. Hanya satu yang alami kontraksi yakni, pertambangan.

Asim menjelaskan, tahun ini memang produksi pertambangan alami penurunan. Sehingga kontribusinya pun alami kontraksi.
Ia pun memaparkan, pertambangan sendiri, memang tak terlalu besar pengaruhnya terhadap pangsa ekonomi.

Terutama pertambangan rakyat yang terus ditertibkan pengoperasiannya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sebaliknya, administrasi pemerintahan, yang sebelumnya sering kontraksi, saat ini mulai membaik karena didorong oleh adanya gaji ke -13 dan pencairan THR.

"Realisasi belanja pemerintah mengalami peningkatan yang signifikan pada triwulan ini dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu karena adanya pembayaran gaji ke-13 dan ke 14, Tunjangan Hari Raya (THR), serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk ASN.

Selain itu, belanja modal juga meningkat ditandai dengan banyaknya realisasi proyek-proyek strategis yang dilakukan, baik yang didanai oleh APBN maupun APBD,” jelasnya.

Tak hanya administrasi pemerintshan,
Asim pun turut mengapresiasi pertumbuhan sektor industri pengolahan tuna dan minyak sawit/kopra yang terus menggeliat karena permintaan pasar global yang terus meningkat.

"Ekspor ikan tuna alami peningkatan. Hal ini sangat baik dan bisa berpotensi ekonomi Sulut kedepannya," katanya.

Lanjutnya, untuk besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 mencapai Rp42,56 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,29 triliun. 

Di sisi lain, PE Sulut pada Triwulan II-2023 ini melampui target yang diproyeksikan Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut.

Dimana, beberapa bulan yang lalu ISEI memproyeksikan PE Sulut triwulan II akan berada di angka 5,5 persen.

Pada saat itu, Ketua ISEI Manado Joy Elly Tulung mengatakan saat ini ekonomi Sulut memasuki fase pemulihan akibat Pandemi COVID-19. Pihaknya optimistis ekonomi Sulut triwulan II bisa di angka 5,5 persen hingga 5,6 persen.

Tulung menuturkan, di samping sektor pertanian yang selama ini jadi penopang utama perekonomian, pariwisata kembali akan jadi andalan.

"Pada triwulan II, belanja pemerintah juga mulai banyak dan ada tahun ajaran baru sekolah dan kuliah," tukasnya.

Doketahui, membaiknya serapan anggaran pada Triwulan II-2023 ini, tak lepas dari peram aktif yang dilakukan pemerintah. Dalam hal ini Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur OD menegaskan, pentingnya serapan anggaran untuk mendorong perekonomian di Sulut.

Sehingga, pihaknya terus melakukan evaluasi bahkan intervensi terhadap dinas-dinas terkait baik yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/Kota untuk mempercepat penyerapan anggaran.

Orang nomor satu di Sulut itu menargetkan, pada Agustus ini posisi penyerapan anggaran sudah menembus 60 persen.

“Kita dorong kalau ada kendala di dinas, harus diselesaikan,” tegasnya.

Ia memastikan akan terus melalukan evaluasi. Bukan hanya OPD, tapi pihak kontraktor juga.

“Evaluasi semua pekerjaan di lapangan. Kontraktor harus urus administrasi agar kelihatan penyerapan kita mencapai 60 persen, " katanya.

OD menegaskan, tak segan memberhentikan pembangunan, apabila proyek alami masalah.

“Proyek yang tak bisa jalan (karena) hambatan belum beres kita stop,” kuncinya.

Editor : Ayurahmi Rais
#PE Sulut Triwulan II 2023 #Penyebab Tingginya PE Sulut 2023 #Serapan Anggaran Sulut Triwulan II 2023