MANADOPOST. ID- Tidak hanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) juga memberi peringatan tegas kepada semua instansi perangkat daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk menggenjot realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Karena dari data yang dirangkum Manado Post, hingga akhir triwulan tiga 2023, belanja APBD di semua daerah di Sulut masih di bawah 70 persen. Padahal tiga bulan lagi tahun 2023 akan segera berakhir.
Wagub Steven Kandouw menegaskan, APBD tahun 2024 akan segera bergulir pembahasannya. Sehingga serapan untuk APBD induk dan APBD-P 2023 harus segera dituntaskan. Ia meminta semua SKPD untuk merancang program agar belanja APBD bisa terserap dengan maksimal.
"Serapan APBD ini akan dievaluasi. Seluruh SKPD harus segera memproses APBD-P tahun 2023, karena minggu ini APBD induk 2024 akan segera dibahas, " tegasnya, ketika diwawancarai usai Rapat Pimpinan (rapim), beberapa waktu lalu.
Ia pun mengingatkan seluruh pimpinan SKPD baik di provinsi maupun kabupaten/kota jangan nanti mengejar realisasi di akhir tahun. Karena hal ini akan mempengaruhi program kinerja yang akan dibuat. "Jangan sampai karena buru-buru mau kejar serapan, akhirnya programnya asal-asalan," tegasnya.
Lantas bagaimana upaya setiap daerah?
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Drs Gerardus Mogi MAP, menuturkan, secara persentase penyerapan belanja APBD di Tomohon cukup baik. Sampai dengan akhir September, berada di angka 54 persen. Dari total pagu anggaran tahun berjalan sebesar Rp662.778.971.302,00.
Ia menjelaskan, untuk jenis serapan anggaran yang mendominasi yakni, belanja operasi atau belanja pegawai. Ada juga belanja barang dan jasa. "Realisasi serapan anggaran, dari tahun ke tahun prinsipnya makin baik. Dan karakteristiknya baru bisa diukur hingga memasuki akhir triwulan ke-IV. Hal tersebut dikarenakan, masih berjalannya proyek di skpd-skpd strategis, semisal Dinas PUPR, Perkim dan lainnya," katanya.
Ia menuturkan, jika menilik belanja pemerintah tentunya untuk belanja operasi, didalamnya ada belanja pegawai serta barang jasa masih sedikit lebih banyak ketimbang pos pengeluaran lainnya," tukasnya. Pihaknya optimis hingga tutup tahun 2023, target serapan anggaran yang maksimal serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Bunga bisa terwujud. Selaras dengan visi-misi Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Caroll Senduk-Wenny Lumentut, menjadikan Tomohon maju, berdaya saing dan sejahtera.
Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Minut Carla Sigarlaki mengungkapkan, serapan memang tersendat jelang APBD-P. Namun selayaknya tahun-tahun sebelumnya, belanja bakal dimaksimalkan jelang akhir tahun. Terutama untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. “Untuk pekerjaan fisik disesuaikan dengan progres di lapangan baru dilakukan pembayaran. Sejauh ini belanja transfer masih yang paling besar terserap hingga 75 persen,” jelasnya singkat.
Baca Juga: Sukses Transformasi Ekosistem Digital, Komposisi Dana Murah BRI Semakin Sehat
Pun di Kabupaten Mitra.
Kepala BPKPD Mitra melalui Sekretaris Halens Ole menyebutkan, untuk realiasi atau penyerapan APBD Tahun 2023 telah mencapai 61,52 persen. "Presentasi ini dihitung dari bulan januari sampai september 2023, dari total pagu anggaran Rp 656. 964.319.326 dan sudah terserap Rp 404.189.133.975," katanya.
Diungkapkan Sekretaris Halens, seluruh OPD terus dikebut, agar mempercepat proses penyelesaian pengerjaan. "Kita optimis hingga tutup tahun 2023, target serapan anggaran yang maksimal serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat bisa terwujud. Hingga akhir tahun realisasi akan mencapai target," imbuhnya.
Di samping itu Sekkab Mitra David Lalandos Bupati menuturkan, pada prinsipnya daya serap APBD Kabupaten Mitra merupakan bagian dari indikator utama
*Kota Manado
Pagu APBD: Rp1,64 triliun
Realisasi: Rp900 miliar
Persentase: di atas 50 persen
*Kota Tomohon
Pagu: Rp662, 77 miliar
Realisasi: Rp359, 23 miliar
Persentase: 54,20 persen
*Kota Bitung
Pagu: Rp890, 56 miliar
Realisasi: Rp735, 85 miliar
Persentase: 82,63 persen
*Kabupaten Minut
Pagu: Rp1, 17 triliun
Realisasi: Rp669, 61 miliar
Persentase: 57 persen
*Kabupaten Minsel
Pagu: Rp950,21 miliar
Realisasi:Rp568,37 miliar
Persentase:59,82 persen
*Kabupaten Minahasa
Pagu: Rp1,3 triliun
Realisasi: 800 miliar
Persentase: 57,49 persen
*Kabupaten Mitra
Pagu: Rp656, 96 miliar
Realisasi: Rp404, 18 miliar
Persentase: 61,52 persen
*Kabupaten Bolmong Pagu: Rp1,08 triliun
Realisasi: Rp618, 63 miliar
Persentase: 56,95 persen
*Kabupaten Sitaro
Pagu: Rp627 miliar
Realisasi: Rp500-an miliar
Persentase:61, 1 persen
*Kabupaten Sangihe
Pagu:Rp949, 37 miliar
Realisasi: 700 -an miliar
Persentase: 60 persen
Sumber: Badan Keuangan Daerah kabupaten/kota, diolah Manado Post, Selasa (11/10/2023).
Editor : Ayurahmi Rais