Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wamenaker Siap Pangkas Ratusan Regulasi yang Persulit Industri Rokok

Jasinta Bolang • Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:41 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Kementerian Tenaga Kerja menyampaikan bahwa akan ada pemangkasan ratusan regulasi yang dianggap memberatkan industri rokok.
Menurut pernyataan, opsi ini tinggal menunggu instruksi dari Presiden agar regulasi disederhanakan.

Langkah ini diambil karena industri rokok dinilai menghadapi terlalu banyak regulasi yang tumpang-tindih dan melelahkan.
Pelaku usaha menyatakan bahwa beban regulasi membuat mereka kesulitan beroperasi secara efisien.

Afriansyah Ferry Noor selaku Wamenaker mengatakan bahwa regulasi yang tidak sinkron kerap menjadi hambatan bagi investasi dan tenaga kerja di sektor rokok.
Dia menekankan bahwa pemangkasan ini juga bertujuan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Di sisi pekerja, regulasi yang rumit bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja atau penurunan kesempatan kerja karena produksi menjadi terbatas.
Oleh karena itu, penyederhanaan regulasi juga dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas lapangan kerja.

Industri rokok di Indonesia telah lama menjadi kontributor besar terhadap pendapatan negara dan menyerap ribuan pekerja.
Dengan regulasi yang lebih ringan dan jelas, diharapkan produksi dapat meningkat dan daya ekspornya menjadi lebih kuat.

Namun pemerintah juga menegaskan bahwa penyederhanaan ini tidak berarti mengabaikan aspek kesehatan atau regulasi produk berbahaya.
Regulasi terkait kandungan rokok dan perlindungan konsumen tetap akan dipertahankan demi keselamatan publik.

Para ahli regulasi menyambut baik langkah ini namun mengingatkan perlunya peta regulasi yang rapi agar pemangkasan tidak menciptakan ketidakjelasan hukum.
Tanpa kejelasan hukum, justru bisa muncul sengketa atau kebingungan yang memberatkan pelaku usaha dan pekerja.

Selain itu, harmonisasi regulasi antar kementerian menjadi penting agar sektor rokok tidak lagi terjebak antara aturan lingkungan, perburuhan, dan kesehatan publik.
Koordinasi lintas kementerian menjadi salah satu kunci keberhasilan penyederhanaan ini.

Beberapa pelaku industri menyebut bahwa regulasi lokal di daerah sering kali bertentangan dengan regulasi nasional, yang memperburuk kondisi operasional.
Dengan pemangkasan, diharapkan ada regulasi nasional yang lebih dominan dan daerah menyesuaikan agar tidak kontradiktif.

Baca Juga: Harga Emas Terus Melonjak, Bisa Tembus Rp 3 Juta per Gram

Rekomendasi para analis adalah agar pemangkasan regulasi juga disertai dengan digitalisasi proses perizinan sehingga proses lebih cepat dan transparan.
Digitalisasi diharapkan meminimalisir praktik korupsi, mempercepat izin, dan memudahkan pengawasan.

Dalam jangka panjang, penyederhanaan regulasi ini bisa memperkuat industri rokok Indonesia menghadapi persaingan global.
Kondisi ini juga bisa membuka peluang ekspor yang lebih besar dan menarik investasi asing ke sektor yang sebelumnya dianggap kompleks.

Meski demikian, ada tantangan yaitu menjaga keseimbangan antara kepentingan industri, tenaga kerja, kesehatan publik, dan regulasi lingkungan.
Jika abai terhadap salah satu aspek, maka manfaat penyederhanaan regulasi bisa tertutup oleh dampak negatif.

Bagi pekerja sektor rokok, kebijakan ini bisa membawa harapan baik karena bisa menjaga keberlanjutan kerja dan mungkin meredam PHK.
Sedangkan bagi produsen, regulasi yang lebih ramping bisa mendorong efisiensi, pengurangan biaya, dan peningkatan produktivitas.

Pemerintah akan menyusun daftar regulasi yang akan dipangkas atau disederhanakan dan melibatkan pelaku usaha serta stakeholder terkait dalam prosesnya.
Pelibatan semua pihak dianggap penting agar kebijakan tidak terasa eksklusif dan menimbulkan resistensi.

Sosialisasi kepada pemerintah daerah dan instansi-terkait juga bakal dilakukan agar kebijakan pemangkasan regulasi berjalan mulus dan seragam di seluruh wilayah.
Keterlibatan daerah penting karena banyak regulasi lokal yang memberatkan operasional industri.

Perubahan regulasi biasanya memakan waktu cukup lama karena harus melalui kajian, harmonisasi, dan persetujuan lintas lembaga.
Namun pemerintah menunjukkan komitmen untuk mempercepat agar sektor industri bisa segera merasakan dampaknya.

Investor asing dan lokal dipantau menyikapi kebijakan ini dengan optimisme; beberapa pelaku menunggu kepastian regulasi agar dapat menanamkan modal di industri rokok.
Dengan regulasi yang lebih bersahabat, prospek investasi bisa meningkat dan memperkuat posisi pasar domestik maupun ekspor.

Secara keseluruhan, pemangkasan regulasi untuk industri rokok adalah langkah strategis yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga lapangan kerja, dan memperkuat daya saing.
Namun pelaksanaan dan pengawasan yang baik menjadi kunci agar manfaat nyata mencapai semua pihak terkait.

Editor : Jasinta Bolang
#regulasi #EkonomiBisnis #komoditas #TenagaKerja #IndustriRokok