Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bank Indonesia Mempertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen pada Oktober 2025

Jasinta Bolang • Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:33 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tidak menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate-nya, yaitu tetap pada level 4,75 persen, dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilaksanakan pada 21-22 Oktober 2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi makro dan stabilitas nilai tukar rupiah. 

Salah satu alasan utama adalah bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kisaran yang dinilai aman bagi bank sentral, yakni sekitar 2,5 persen ± 1 persen untuk tahun 2025-2026. 
Selain itu, BI juga mencatat bahwa nilai tukar rupiah relatif stabil dan fundamental ekonomi tetap kokoh, sehingga ruang untuk menurunkan suku bunga dianggap belum mendesak. 

Keputusan ini agak mengejutkan pasar, karena sebelum pengumuman banyak analis yang memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga ke sekitar 4,50 persen guna mendukung pertumbuhan ekonomi. 
Namun, BI memilih untuk menahan suku bunga karena masih menimbang efektivitas pelonggaran kebijakan moneter yang sebelumnya sudah dilakukan dan potensi risiko eksternal yang bisa mempengaruhi stabilitas keuangan. 

Baca Juga: Wamenaker Siap Pangkas Ratusan Regulasi yang Persulit Industri Rokok

Dalam pernyataannya, Perry Warjiyo menyebut bahwa suku bunga deposit facility tetap di level 3,75 persen dan lending facility tetap di 5,50 persen, sejalan dengan keputusan untuk mempertahankan kebijakan moneter saat ini.
Sejak Agustus 2024 hingga September 2025, BI telah melakukan beberapa kali pemangkasan BI Rate cumulatively sejumlah sekitar 150 basis poin, hingga mencapai 4,75 persen — level terendah sejak Oktober 2022. 

Ke depan, BI akan terus mencermati transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, memantau pertumbuhan kredit, serta memperkuat kebijakan makroprudensial agar likuiditas tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. 
Bank sentral juga menegaskan bahwa sekalipun suku bunga belum diturunkan, ruang pelonggaran tetap ada jika kondisi makro maupun eksternal memungkinkan.

Keputusan ini juga memiliki implikasi bagi sektor riil dan pelaku usaha: menjaga biaya pembiayaan agar tidak turun terlalu cepat, tetapi tetap memberi sinyal bahwa BI memperhatikan pertumbuhan.
Untuk investor dan pengusaha, hal ini berarti masih berhati-hati dengan ekspektasi suku bunga dan mengkaji pengaruhnya terhadap kredit, investasi, dan nilai tukar.

Secara keseluruhan, keputusan BI menahan suku bunga pada level 4,75 persen menunjukkan bahwa prioritas saat ini adalah menjaga stabilitas makro-ekonomi dan keuangan, bukan menekan suku bunga lebih lanjut.
Bagi masyarakat, artinya suku bunga kredit dan deposito mungkin belum akan turun drastis dalam waktu dekat — sehingga perencanaan keuangan jangka pendek tetap perlu memperhitungkan kondisi ini.

Editor : Jasinta Bolang
#SukuBunga #BankIndonesia #EkonomiBisnis #moneter #NilaiTukar