Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tekanan Energi Global dan Inovasi Digital Jadi Penentu Arah Ekonomi 2025

Jasinta Bolang • Senin, 17 November 2025 | 13:02 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Ekonomi Indonesia dan dunia di tahun 2025 tidak hanya dipengaruhi kebijakan pemerintah, tetapi juga perubahan besar di sektor energi dan teknologi digital.

Harga energi global masih berfluktuasi karena ketegangan geopolitik dan penurunan pasokan dari beberapa negara produsen utama.

Menurut Reuters – harga minyak sempat meningkat akibat risiko gangguan distribusi di kawasan Timur Tengah, yang membuat pasar global menjadi waspada.

Fluktuasi harga ini berdampak langsung ke biaya produksi industri dalam negeri dan memengaruhi harga barang harian bagi masyarakat.

Indonesia kini mempercepat transisi energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya tidak stabil.

Pemerintah mendorong penggunaan tenaga surya dan angin sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan lebih murah di masa depan.

Baca Juga: Sorotan Ekonomi Baru: Investasi AI, Utang Publik Global, dan Tantangan Ekspor Nasional

Dilansir International Energy Agency (IEA) – permintaan energi bersih global naik cepat dan negara-negara Asia menjadi motor paling besar.

Tren teknologi digital juga ikut membentuk arah ekonomi global, terutama lewat percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI).

Banyak perusahaan mulai menggunakan AI untuk menghemat biaya operasional, mempercepat produksi, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Menurut laporan PwC – AI berpotensi menambah ribuan triliun rupiah pada ekonomi global pada 2030 berkat produktivitas yang lebih tinggi.

Indonesia diprediksi ikut menikmati manfaat ini, terutama jika UMKM mendapat akses teknologi yang mudah dan murah.

Sementara itu, pesaing ekonomi seperti India, Vietnam, dan Malaysia juga memperkuat ekosistem digital mereka masing-masing.

Ketatnya persaingan di Asia membuat Indonesia harus bergerak cepat agar tidak tertinggal dalam menarik investor asing.

Perusahaan global kini memilih negara yang punya regulasi digital jelas, jaringan internet kuat, dan tenaga kerja yang siap teknologi.

Di sisi lain, sektor logistik menjadi tantangan penting karena masih memerlukan biaya tinggi dan waktu pengiriman yang lama.

Jika biaya logistik dapat ditekan, harga barang bisa lebih murah dan daya saing ekspor Indonesia meningkat signifikan.

Menurut World Bank – biaya logistik Indonesia termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan masih perlu banyak perbaikan.

Selain logistik, ketergantungan pada bahan baku impor juga sering membuat industri lokal tertekan saat dolar menguat.

Perubahan ekonomi global memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat produksi dalam negeri sebagai strategi jangka panjang.

Masyarakat pun mulai terdorong untuk menggunakan produk lokal karena lebih stabil dari sisi harga dan tidak terlalu dipengaruhi nilai tukar.

Jika Indonesia mampu beradaptasi dengan tren energi dan digital ini, ekonomi nasional akan lebih kuat menghadapi ketidakpastian dunia.

Kunci terbesarnya ada pada inovasi, keberanian investasi, dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga.

(ra)

Editor : Jasinta Bolang
#digital #Ekonomi #bisnis #Indonesia #energi