Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Amartha Hadirkan Kisah Inspiratif Mitra Binaan: Dari UMKM Lokal Menuju Usaha yang Lebih Berdaya.

Amelia Beatrix • Senin, 24 November 2025 | 15:38 WIB

Foto Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra saat mengunjungi booth UMKM jamu tradisional milik Ibu Wagini
Foto Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra saat mengunjungi booth UMKM jamu tradisional milik Ibu Wagini
MANADOPOST.ID — Empat perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah kembali menunjukkan bahwa peluang usaha dapat tumbuh lebih kuat ketika mendapat dukungan yang tepat. Melalui pendampingan dan pembiayaan mikro, Amartha menghadirkan perjalanan inspiratif para mitra binaan yang berhasil mengembangkan usaha sekaligus membawa manfaat bagi komunitas sekitarnya.

Ibu Agustina – Fashion Etnik dari Yogyakarta

Photo
Photo
Usaha fashion etnik yang digarap Ibu Agustina sejak tahun 2000 bermula dari modal pribadi dan dua karyawan. Tantangannya beragam—mulai dari akses modal hingga kesempatan mengikuti pameran. Sejak bergabung dengan Amartha pada 2022, ia tak hanya memperoleh pembiayaan untuk bahan baku, tetapi juga mendapat kesempatan tampil di berbagai pameran UMKM. Kehadiran di pameran membuka akses jaringan baru, mempertemukannya dengan lebih banyak perajin kain dari Sumatra, Tasikmalaya, hingga Jepara, sekaligus memperluas pasar produknya.

Ibu Siti Aminah – Pelestari Dawet Ireng Purworejo
Mengawali usaha dari tradisi turun-temurun, Ibu Siti menghidupkan Dawet Ireng khas Purworejo lewat Kedai Ratu Ngemil. Sebelumnya ia mengalami keterbatasan modal, ruang produksi, hingga tempat berjualan. Setelah mendapat dukungan Amartha, ia kini memiliki kios yang lebih layak dan mampu memperluas usaha. Semangat gotong royong menjadi fondasi bisnisnya, melibatkan keluarga dan warga sekitar dalam produksi hingga penjualan sehingga manfaat ekonominya turut dirasakan komunitas.

Ibu Gusti Ian – Kebaya Mbok Dhe, Kebaya dari Solo yang Kian Mendunia
Berangkat dari ruang kerja sederhana, Ibu Gusti Ian membangun Kebaya Mbok Dhe dengan misi merawat tradisi sekaligus memberdayakan penjahit perempuan. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama untuk menjaga kualitas dan memenuhi permintaan. Melalui pembiayaan serta pendampingan Amartha, kapasitas produksi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan Kebaya Mbok Dhe kini menjadi brand kebaya tradisional yang makin dikenal tanpa meninggalkan akar budaya.

Ibu Wagini – Jamu Gendong yang Bertahan dan Berkembang
Sejak 1996, Ibu Wagini menjajakan jamu gendong dari kampung ke kampung demi menopang keluarga. Tantangan ekonomi, biaya pendidikan anak, hingga tempat tinggal menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Lebih dari dua tahun bersama Amartha, ia mendapat modal untuk menambah varian jamu, memperbaiki usaha, dan memastikan anaknya bisa berkuliah. Kesempatan tampil di berbagai event membuat pendapatannya lebih stabil hingga akhirnya mampu membeli rumah sendiri. Baginya, jamu adalah warisan tradisi dan sumber kehidupan yang ia jaga untuk keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui berbagai kisah ini, Amartha kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM perempuan melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan kesempatan memperluas pasar. Dukungan yang berkelanjutan membuktikan bahwa usaha mikro dapat tumbuh lebih besar dan memberi dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Usaha Lokal #Amartha #UMKM #pameran #fintech