MANADOPOST.ID- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya untuk meningkatkan investasi.
Upaya ini diwujudkan dengan menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis perizinan berusaha berbasis risiko yang digelar di Manado pada 24-26 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha PMA dan PMDN dan dibuka langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang.
"Kolaborasi ini bukan hanya teknis, tetapi strategis. Data dan analisis pasar dari Bank Indonesia memperkuat arah kebijakan perizinan kita agar sesuai kebutuhan pelaku usaha dan dinamika ekonomi," ujar Tahlis.
Implementasi perizinan berbasis risiko semakin relevan setelah terbitnya PP Nomor 28 Tahun 2025, termasuk pelimpahan beberapa kewenangan dari pusat ke daerah, salah satunya izin lingkungan.
Dengan penyederhanaan prosedur dan mekanisme fiktif positif, pemerintah optimistis iklim investasi semakin kondusif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis, menegaskan bahwa kemitraan dengan BI Sulut berperan memperkuat kapasitas pemerintah maupun pelaku usaha dalam memahami sistem baru.
"DPMPTSP bukan hanya memberi izin, tetapi membangun ekosistem. Kehadiran BI membantu kita membaca tren, memetakan peluang, dan memastikan bahwa proses perizinan mendukung pertumbuhan sektor usaha strategis," ujar Korompis.
Pemerintah juga membuka ruang dialog dengan pelaku usaha sebagai bentuk penyelarasan kebijakan dan penyempurnaan layanan.
Diketahui, hingga September 2025, realisasi investasi Sulawesi Utara telah mencapai 89 persen dari target Rp 9,3 triliun. Pemerintah optimistis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi terlampaui dengan dukungan percepatan perizinan dan kemitraan kelembagaan, termasuk bersama Bank Indonesia. (ayu)
Editor : Ayurahmi Rais